KOTA SERANG KONTAK BANTEN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, mencatat sebanyak 1.087 KK atau 3.033 jiwa terdampak banjir, yang terjadi di dua kecamatan, Kota Serang dan Kasemen.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Serang Diat Hermawan, saat dikonfirmasi Minggu (4/1/2026) mengatakan, kejadian banjir paling luas terpantau di Kecamatan Kasemen.
Sejumlah lingkungan terdampak antara lain Kroya Lama, Puri Keraton,
Masjid Agung Banten, Sukajaya, Komplek Banten, Baru Bugis, Kendal,
Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, hingga Cikedung.
Di Kecamatan Kasemen, lanju Diat banjir merendam Lingkungan Kroya Lama
RT/RW 006/002 Kelurahan Banten dengan ketinggian air 60 sentimeter,
berdampak pada 120 rumah, 134 kepala keluarga (KK), atau 406 jiwa.
Sebanyak 50 KK sempat mengungsi. Pada Perumahan Puri Keraton Kelurahan
Kasemen, air merendam hingga 30 sentimeter dan mempengaruhi 120 rumah.
“Di kawasan Masjid Agung Banten, air sempat menggenangi pelataran masjid dan area makam dengan ketinggian 10-20 sentimeter, namun kini sudah surut. Di lingkungan Sukajaya Kelurahan Banten terdampak pada tiga RT dengan total 151 rumah, 165 KK, dan 518 jiwa. Kondisi serupa terjadi di Komplek Banten Kelurahan Banten yang mempengaruhi 70 rumah,” jelas Diat, Minggu (4/1/2026).
Lebih lanjut, Diat menjelaskan banjir terdalam tercatat di Lingkungan Baru Bugis Kelurahan Banten dengan ketinggian air 100 sentimeter dan berdampak pada lima rumah.
“Wilayah lain di Kecamatan Kasemen yang terdampak meliputi Lingkungan Kendal Kelurahan Margaluyu dengan 55 rumah terendam dan 10 KK mengungsi. Di Lingkungan Ambon Kelurahan Margaluyu, 199 rumah serta satu fasilitas umum yaitu SDN Ambon terdampak, dengan dua KK mengungsi,” ungkapnya.
Selain itu, dia mengungkapkan banjir juga terjadi di Kecamatan Serang, tepatnya di Lingkungan Cimuncang Cilik Kelurahan Cimuncang dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter dan berdampak pada 10 rumah.
Beberapa lingkungan lainnya, ungkap dia seperti Jabang Bayi Kelurahan Kasunyatan, Jenggot, dan Cikedung Kelurahan Margaluyu juga masih tergenangi hingga laporan disusun.







0 comments:
Post a Comment