LEBAK KONTAK BANTEN Memasuki awal Tahun 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengalami kenaikan cukup signifikan. Cabai rawit hijau menjadi komoditas dengan lonjakan harga tertinggi yaitu menembus 80 ribu per kilogram yang semula 50 ribu, disusul bawang putih dan kemiri.
Selain Cabai Rawit Hijau, kenaikan juga terjadi pada bawang putih yang semula dijual Rp30 ribu, kini menjadi Rp40 ribu per kilogram. Sementara harga kemiri naik dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Pedagang bumbu dapur di Pasar Rangkasbitung, Meti Gustian, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh menurunnya pasokan dari petani akibat cuaca yang tidak menentu, yang berdampak pada hasil panen.Cuaca sering hujan membuat banyak tanaman petani gagal panen. Pasokan ke pasar berkurang, otomatis harga ikut naik,” ujar Meti, Minggu (4/1/2025). Kondisi tersebut memaksa pedagang melakukan penyesuaian stok. Meti mengaku, jika sebelumnya mampu menyetok sekitar 30 kilogram cabai rawit hijau per hari, kini hanya bisa menyediakan sekitar 15 kilogram.
“Kami terpaksa mengurangi stok. Kalau terlalu banyak dan tidak terjual, cabai bisa cepat busuk dan pedagang yang rugi,” katanya. Dampak kenaikan harga juga dirasakan langsung oleh konsumen. Iis, salah seorang pembeli, mengaku harus mengurangi jumlah belanja kebutuhan dapur sehari-hari. “Biasanya saya beli satu kilogram, sekarang paling setengah kilogram. Harga kebutuhan pokok terus naik, jadi harus disesuaikan,” ujarnya.
Para pedagang menilai kenaikan harga bahan pokok, khususnya cabai, masih berpeluang berlanjut jika cuaca tidak kunjung membaik. Produksi petani yang belum pulih serta pasokan yang tersendat dikhawatirkan terus menekan ketersediaan barang di pasar. Kondisi ini membuat pedagang dan konsumen sama-sama berada dalam posisi sulit, di tengah kebutuhan dapur yang tak bisa ditunda.
Pedagang berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah antisipasi, mulai dari pengawasan distribusi hingga stabilisasi pasokan, agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat.







0 comments:
Post a Comment