< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Prioritaskan Pasokan Air Bersih, Bupati Tangerang Pastikan Negara Hadir untuk Korban Banjir

Rabu, 28 Januari 2026 | Rabu, Januari 28, 2026 WIB | Last Updated 2026-01-28T08:37:50Z

 TANGERANG  KONTAK BANTEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan pasokan air bersih bagi warga terdampak banjir tetap terpenuhi. Bencana banjir yang melanda 27 kecamatan di wilayah tersebut telah berdampak pada sekitar 33 ribu kepala keluarga (KK) atau 133 ribu jiwa.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Salah satu kebutuhan paling mendesak pascabencana, menurutnya, adalah ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang hingga kini masih terdampak.

“Kita pastikan pasokan air bersih kepada korban banjir terus tersalurkan. Khususnya bagi mereka yang masih terdampak sampai sekarang, seperti di Desa Cirumpak, akan kita kirimkan air bersih melalui PDAM,” ujar Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar pendistribusian air segera dilakukan ke lokasi-lokasi terdampak.

“Saya sudah telepon PDAM untuk dikirim ke lokasi, kebutuhan air bersih,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Rudi ini menambahkan, selain pendistribusian air bersih, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah mengerahkan tenaga kesehatan. Melalui Dinas Kesehatan, sejumlah petugas diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak banjir.

“Melalui puskesmas, kami mengirim obat-obatan. Artinya, pemerintah daerah sudah hadir di sana untuk melayani para korban,” katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, banjir terjadi sejak 11 hingga 27 Januari 2026. Dari total 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, sebanyak 27 kecamatan terdampak bencana tersebut.

“Dari total 29 wilayah kecamatan, sebanyak 27 kecamatan terdampak banjir, dengan 33 ribu KK atau sekitar 133 ribu jiwa,” ujarnya.

Maesyal menjelaskan, banjir dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sejumlah sungai dan danau meluap, terutama Sungai Cidurian dan Sungai Cimanceuri. Meski kondisi di sebagian besar wilayah sudah mulai surut, beberapa daerah masih tergenang dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.

“Saat ini yang masih banjir rata-rata akibat luapan Sungai Cidurian, Sungai Cirarab, Cimanceuri, dan juga Situ Gelam. Curah hujan sangat tinggi dan kapasitas sungai sudah tidak mampu menampung debit air,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan upaya penanganan, baik penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana, dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Sejak kemarin, semua OPD terkait kita kerahkan. Penanganan dilakukan baik terhadap korban maupun terhadap sumber penyebab banjir,” tuturnya.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang. Upaya tersebut meliputi pembangunan pintu air, pelebaran drainase, serta pengadaan mesin pompa air, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Kecamatan Jayanti dan Kosambi.

Tak hanya itu, Pemkab Tangerang juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait rencana pembangunan tanggul serta normalisasi sejumlah sungai yang kerap memicu banjir, di antaranya Sungai Cidurian, Cimanceuri, Cirarab, dan Situ Gelam.

“Hal itu harus kita koordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai dan Kementerian PU,” jelasnya.

Maesyal menegaskan, peristiwa banjir yang melanda 27 kecamatan tersebut akan segera ditetapkan sebagai status tanggap darurat bencana. Saat ini, surat keputusan (SK) penetapan status tersebut masih dalam proses administrasi internal Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Sebentar lagi saya tanda tangani SK-nya, supaya kita semua bisa fokus dan terkonsentrasi pada penanganan ini,” tegasnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update