![]() |
| Kepala Dispora Banten, Ahmad Syaukani saat diwawancarai wartawan usai acara forum organisasi perangkat daerah Dispora Banten di Ballroom Bappeda Banten, Selasa (10/2/2026). |
SERANG KONTAK BANTENN – Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan dana Rp7 miliar sebagai jaminan keikutsertaan dalam proses bidding tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032
.Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten Ahmad Syaukani mengatakan, kewajiban jaminan keikutsertaan dalam proses bidding itu akan dibayarkan ke KONI pusat pa
da Mei 2026. Sebelumnya, biaya pendaftaran sebesar Rp2 miliar juga telah dipenuhi dengan kontribusi masing-masing Rp1 miliar.
“Dibagi dua (untuk biaya bidding) Banten dan Lampung masing-masing Rp3,5 miliar,” kata Syaukani, Selasa (10/2/2026).
Menurut Syaukani, Banten dan Lampung telah melalui tahapan awal pencalonan dengan mendaftarkan diri sebagai kandidat tuan rumah bersama. Proses penentuan tuan rumah akan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara oleh seluruh provinsi di Indonesia.
Karena itu, kedua pemerintah daerah kini mulai melakukan komunikasi intensif dengan provinsi lainnya yang memiliki hak suara. Pembagian tugas lobi dilakukan agar pendekatan berjalan lebih efektif.
“Sekarang kami sudah melakukan pendekatan kepada provinsi-provinsi yang lain sebagai pemilik suara. Kami sudah koordinasi, sudah bagi tugas. Lampung dengan provinsi mana dan Banten dengan provinsi mana, kita sudah bagi tugas,” ujarnya.
Pendekatan tersebut, kata dia, dilakukan melalui komunikasi intens untuk membangun kedekatan. Salah satu hal yang ditawarkan kepada setiap provinsi yaitu terkait akses transportasi dan infrastruktur. Banten dinilai memiliki kemudahan akses darat, laut, maupun udara yang dinilai lebih efisien dibanding sejumlah daerah lain.
“Dari Aceh dari mana, dari Papua pun pasti harus ke Jakarta dulu kan gaada pesawat yang langsung ke Kalimantan Barat nah kalau dilaksanakan di kita (Banten) ya sekali naik. Itu satu dari sisi biaya tranformasi akan lebih murah,” tuturnya.
Selain akses transportasi, kesiapan infrastruktur juga menjadi pertimbangan. Syaukani menyebut Banten International Stadium (BIS) telah tersedia sehingga tidak memerlukan pembangunan stadion baru.
“Fasilitas sarana prasarana kita lebih memadai. Kita enggak usah bangun stadion baru. Saya rasa hampir seluruh (sarana prasarana) cabang olahraga ada di Banten. Di Tangerang saja semua lengkap dan berstandar internasional,” katanya.
Ia menambahkan, Ketua Umum KONI pusat juga telah diajak meninjau langsung BIS sebagai bagian dari upaya meyakinkan kesiapan Banten.
“Pak Ketua Umum KONI sampaikan, ini kita enggak perlu bangun stadion lagi sih kalau gini, sudah jadi,” ucapnya.







0 comments:
Post a Comment