Menurut Rusdi, sejak awal berdiri, HMI dikenal sebagai organisasi kader yang berfokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kapasitas intelektual anggotanya. Ia berharap fungsi tersebut terus dipertahankan dan diperkuat. “Pesannya, HMI bisa berkontribusi buat bangsa ini. Kader-kadernya terus berproses, memberikan yang terbaik buat bangsa ini. Pada prinsipnya, HMI terus berkomitmen bagaimana kemudian melakukan proses pengkaderan sehingga bisa melahirkan kader-kader penerus dan calon pemimpin buat bangsa ini ke depan,” ujarnya.
Ia menilai, dengan pengalaman panjang hampir delapan dekade, HMI memiliki modal organisasi yang cukup untuk terus berkembang. “Saya yakin hari ini dengan usia yang ke-79, HMI akan terus berbenah dan memberikan kontribusi yang positif buat bangsa Indonesia,” tambahnya. Rusdi juga menyoroti pentingnya adaptasi di tengah perubahan zaman, khususnya di era digital. Menurutnya, pola pergerakan dan sistem kaderisasi perlu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi agar tetap relevan bagi generasi muda.
“Hari ini harus ada penyesuaian. Zamannya sudah berbeda, proses pola pergerakan dan kaderisasi juga harus menyesuaikan dengan kondisi zaman. Era digital, mungkin proses pengkaderan juga bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi hari ini,” katanya. Meski demikian, ia menekankan bahwa penerapan metode baru tersebut tetap perlu dikaji secara matang oleh pengurus dan kader aktif.
Dari sisi alumni, Rusdi menyebut KAHMI akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan HMI, baik yang bersifat internal maupun yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Pada prinsipnya, kita di KAHMI selalu support buat berbagai kegiatan HMI, baik kegiatan internal yang sifatnya proses pengkaderan maupun kegiatan-kegiatan yang secara organisasi memberikan manfaat buat masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap keberadaan HMI dapat dirasakan manfaatnya secara luas di berbagai daerah. Lebih lanjut, Rusdi menekankan pentingnya menjaga idealisme kader di tengah tantangan pragmatisme dan sikap apatis yang kerap muncul di kalangan generasi muda. Menurutnya, proses kaderisasi harus mampu membentuk karakter, integritas, serta kemampuan kepemimpinan. “Mudah-mudahan proses kaderisasi di HMI masih terus bisa mencetak kader-kader yang punya idealisme, komitmen, dan integritas buat bangsa Indonesia,” tuturnya.
Terkait HMI Kota Tangerang, Rusdi menilai aktivitas organisasi berjalan baik. Ia berharap kegiatan yang dilakukan dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah. “Harapannya HMI Kota Tangerang terus melakukan kegiatan yang bermanfaat, memperbaiki diri, serta memberikan kontribusi melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.Selain itu, ia mendorong adanya inovasi dalam metode pengkaderan, termasuk pemanfaatan pendekatan visual atau media kreatif untuk mengenalkan sejarah dan nilai-nilai organisasi kepada anggota baru. “Misalnya sejarah HMI bisa ditampilkan secara visual. Metodenya tidak hanya ceramah, tapi bisa melalui tayangan atau film yang menggambarkan perjalanan HMI. Itu bisa menjadi alternatif,” ujarnya. Melalui berbagai upaya tersebut, Rusdi berharap HMI tetap menjadi organisasi yang aktif, adaptif, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional







0 comments:
Post a Comment