Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan akibat bencana alam tersebut pemilik rumah ditaksir menderita kerugian belasan juta rupiah. Anak pemilik rumah, Imam Sutiana, mengatakan pohon kelapa yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 60 meter tersebut roboh secara tiba-tiba dan langsung menghantam bagian dapur rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Waktu kejadian kami semua sedang tidur. Pohon kelapa jatuh ke dapur, jadi tidak sampai ke bagian tengah rumah,” ujar Imam, melalui sambungan teleponnya.
Akibat kejadian itu, dapur dan sebagian atap rumah mengalami kerusakan cukup parah. Struktur bangunan semi permanen pada bagian tiang penyangga juga dilaporkan patah. Kerugian material ditaksir mencapai belasan juta rupiah. “Rusaknya cukup parah, enggak bisa digunakan. Harapan saya ada bantuan dari pemerintah,”imbuhnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, membenarkan adanya peristiwa pohon tumbang tersebut. Informasi awal diterima BPBD dari aparat desa setempat. “BPBD menerima laporan dari pihak desa bahwa telah terjadi pohon tumbang yang menimpa satu unit rumah warga di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cijaku. Kerusakan terjadi pada bagian atap dan tiang suhunan rumah,” kata Febby.
BPBD Kabupaten Lebak telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, pendataan kerusakan, serta berkoordinasi dengan aparatur desa guna penanganan lanjutan. Adapun kebutuhan mendesak bagi korban antara lain bantuan sembako, peralatan dapur, dan terpal untuk penutup sementara bangunan yang rusak.“Hasil asesmen sementara BPBD menduga tumbangnya pohon kelapa tersebut dipicu kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, bagian tengah rumah dan dapur dinyatakan tidak aman untuk ditempati,” tandasnya. Peristiwa ini menjadi pengingat akan potensi bahaya cuaca ekstrem, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan pepohonan tinggi, sekaligus pentingnya langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana serupa.







0 comments:
Post a Comment