KOTA SERANG KONTAK BANTEN– Walikota Serang Budi Rustandi resmi melantik Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji, di Aula Lantai 1 Setda Kota Serang, Jumat (6/2/2026).
Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam menanamkan nilai adab, akhlak, dan karakter melalui pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini.
Budi menyampaikan rasa syukurnya atas terbentuknya Satgas Serang Mengaji. Ia menyebut, para anggota satgas sudah mulai bekerja dan program tersebut akan di-launching secara resmi pada 13 Februari 2026 di Alun-alun Kota Serang.
“Alhamdulillah ini bisa terlaksana. Insya Allah satgas sudah mulai bekerja, dan launching-nya nanti tanggal 13 Februari. Harapannya, ke depan seluruh anak-anak kita bisa mengaji,” ucap Budi.
Menurut Budi, Serang Mengaji bukan sekadar program keagamaan, melainkan investasi moral untuk masa depan generasi muda.
Ia berharap Kota Serang dapat tumbuh menjadi kota yang maju, namun tetap berlandaskan nilai-nilai akhlak dan moral.
“Ini bagian dari upaya menanamkan adab, akhlak, moral, dan karakter anak-anak kita. Kita ingin Kota Serang maju, tapi tetap berakhlak,” ujarnya.
Program Serang Mengaji menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari PAUD hingga SMP, baik di lembaga pendidikan formal maupun non-formal, termasuk sekolah, pondok pesantren, hingga lingkungan masyarakat. Fokus utamanya adalah pemberantasan buta baca Al-Qur’an.
Satgas ini terdiri dari lima anggota inti dan melibatkan berbagai unsur, antara lain pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta tokoh masyarakat. Ketua Harian Satgas Serang Mengaji dijabat oleh Haji Nting.
Menariknya, program Serang Mengaji tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendanaan bersumber dari Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).
Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses aplikasi “Serang Mengaji” sebagai sarana pembelajaran dan pendataan.
Dalam peluncuran nanti, masyarakat yang mengunduh aplikasi tersebut berkesempatan mendapatkan berbagai apresiasi, bahkan hadiah umrah.
Pemkot Serang juga berencana memberikan penghargaan kepada para guru TPA, TPQ, IPQ, dan madrasah yang berkontribusi aktif dalam program ini.
Ketua Badan Wakaf Al-Qur’an Banten sekaligus Sekretaris Umum Satgas Serang Mengaji, Nana Sujana mengatakan, pembentukan satgas ini sejalan dengan program Badan Wakaf Al-Qur’an, khususnya dalam pembinaan dan pemberantasan buta baca Al-Qur’an.
“Selain distribusi mushaf Al-Qur’an, kami memiliki program pembinaan Al-Qur’an, termasuk membantu guru-guru ngaji di seluruh wilayah,” jelas Nana.
Terkait jumlah warga yang masih buta baca Al-Qur’an di Kota Serang, Nana menyebut pihaknya tengah membentuk tim verifikasi.
Pendataan akan dilakukan secara kolaboratif bersama Kementerian Agama, kelurahan, dan RT agar data yang diperoleh akurat dan tidak tumpang tindih.
Selain pembelajaran secara tatap muka, program Serang Mengaji juga akan memanfaatkan metode daring melalui aplikasi.
Bahkan, untuk menunjang aktivitas dakwah di daerah terpencil, BWA menyiapkan fasilitas seperti motor dakwah hingga perahu dakwah, disesuaikan dengan kondisi wilayah.
“Semua itu bertujuan agar pembelajaran Al-Qur’an bisa menjangkau hingga pelosok dan benar-benar memberantas buta baca Al-Qur’an,” ujarnya.







0 comments:
Post a Comment