![]() |
Dalam sambutannya, Achmad Dimyati Natakusumah menekankan peran strategis wartawan dalam kehidupan demokrasi. Ia mengibaratkan hidup seperti mengayuh sepeda yang membutuhkan keseimbangan dan gerak maju agar tujuan dapat tercapai.
Menurutnya, wartawan memiliki fungsi penting sebagai pengawas dan kontrol sosial. Karena itu, keberadaan wartawan harus mendapat perhatian dan penghormatan dari para pemangku kebijakan.
“Wartawan adalah jendela dunia. Perannya sangat vital dan harus diprioritaskan serta dihormati,” ujar Achmad Dimyati Natakusumah yang disambut tepuk tangan peserta seminar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar nasional ini digelar atas aspirasi wartawan daerah serta masyarakat Banten yang mengharapkan peningkatan kualitas infrastruktur transportasi dan pelabuhan di wilayah tersebut.
“Transportasi di Provinsi Banten masih memiliki keterbatasan. PWI Pusat akan memberikan dukungan agar infrastruktur transportasi di Banten dapat ditingkatkan kelas dan kapasitasnya,” kata Zulmansyah.
Seminar Nasional ini diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan narasumber Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar, Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur Nazib Faisal, Direktur Kepelabuhanan Muhammad Anto Julianto, serta Executive Director Regional II Pelindo Budi Prasettya.
Pada sesi kedua, tampil sebagai pembicara Kepala Badan Pendapatan Daerah Banten RD Berti Rizki, General Manager Pelindo Regional II Ciwandan Beny Ariadi, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten R Wisas, serta Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Dede Rohana.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal Depari, jajaran pengurus PWI Pusat, lebih dari 100 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, serta pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Banten.







0 comments:
Post a Comment