JAKARTA KONTAK BANTEN – Pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, Kamis (16/4/2026), dinilai bukan sekadar agenda koordinasi rutin antara eksekutif dan legislatif.
Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, menilai pertemuan empat mata tersebut menyimpan pesan strategis di tengah dinamika politik nasional yang bergerak cepat.
“Pertemuan Prabowo-Dasco ini harus dibaca sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan sekaligus upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan stabilitas nasional,” ujar Amir dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
Penguatan Komunikasi Politik
Menurut Amir, pertemuan tersebut mencerminkan penguatan jalur komunikasi langsung antara Presiden dan elite kunci di parlemen, khususnya dari partai pengusung utama.
Ia menilai posisi Dasco di DPR sekaligus kedekatannya dengan Presiden menjadikannya sebagai “sensor politik” yang mampu membaca dinamika di parlemen secara cepat dan akurat.
“Dalam konteks intelijen politik, pertemuan seperti ini biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi yang tidak bisa disampaikan secara terbuka,” jelasnya.
Deteksi Dini Potensi Ancaman
Dalam perspektif intelijen, Presiden membutuhkan berbagai sumber informasi, termasuk dari jalur legislatif, untuk memetakan potensi ancaman, baik yang bersifat terbuka maupun laten.
Amir menilai, komunikasi tertutup seperti ini penting dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah situasi politik dan global yang dinamis.
Bahas Isu Ekonomi dan Dampak Global
Selain isu politik dan keamanan, aspek ekonomi juga dinilai menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Menurut Amir, hal ini menunjukkan kewaspadaan pemerintah terhadap dampak eksternal, khususnya setelah agenda lawatan luar negeri Presiden.
“Di sinilah pentingnya sinkronisasi dengan DPR, terutama terkait kebijakan fiskal dan regulasi,” katanya.
Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi berbagai tantangan nasional, baik di bidang politik, keamanan, maupun ekonomi.

.gif)