![]() |
| ILUTRASI |
CIPUTAT TIMUR, KONTAKBANTEN — Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Poncol, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis (23/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Sebuah truk pengangkut sapi mengalami rem blong saat melintas di jalur menurun, mengakibatkan seorang kernet tewas di lokasi kejadian.
Insiden tersebut terjadi secara tiba-tiba di tengah kondisi jalan yang relatif sepi. Meski demikian, peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan lantaran truk sempat melaju tanpa kendali sebelum akhirnya berhasil dihentikan oleh sopir.
Kapolsek Ciputat Timur, Bambang Askar Sodiq, menjelaskan bahwa kendaraan yang terlibat merupakan truk bernomor polisi W-8565-UD yang dikemudikan oleh Hadi. Saat kejadian, truk tersebut tengah dalam perjalanan menuju rumah pemotongan hewan (RPH).
Menurut Bambang, kecelakaan diduga kuat dipicu oleh gangguan pada sistem pengereman kendaraan. Saat melintasi Jalan Poncol yang memiliki kontur menurun, sopir mulai menyadari adanya masalah serius pada kendaraan yang dikemudikannya.
“Ketika melintas di Jalan Poncol, tepatnya di dekat RPH Murni, truk mengalami rem blong,” ujar Bambang dalam keterangannya.
KRONOLOGI KEJADIAN
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika truk melaju dalam kondisi normal menuju lokasi tujuan. Namun situasi berubah ketika kendaraan memasuki jalur menurun yang cukup rawan.
Dalam kondisi tersebut, sopir tiba-tiba menyadari bahwa sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Upaya pengereman yang dilakukan tidak mampu mengurangi laju kendaraan, sehingga truk terus meluncur tanpa kendali.
Mengetahui kondisi darurat tersebut, sopir langsung berteriak untuk memperingatkan kernet yang berada di dalam kabin. Saat itu, kernet bernama Setia Aji diketahui tengah beristirahat.
Teriakan sopir membuat korban terbangun secara mendadak. Dalam kondisi setengah sadar dan diliputi kepanikan, korban diduga tidak mampu mengambil keputusan dengan tenang.
UPAYA SOPIR KENDALIKAN KENDARAAN
Di tengah situasi kritis, sopir berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan kendaraan guna mencegah dampak yang lebih luas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membanting setir ke arah kiri.
Langkah tersebut diambil untuk menghindari permukiman warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Jika kendaraan terus melaju lurus tanpa kendali, potensi menabrak rumah warga sangat besar.
“Jika tidak segera diarahkan ke kiri, truk berpotensi menabrak rumah kos warga,” tambah Bambang.
Selain itu, sopir juga melakukan teknik pengereman darurat dengan menurunkan gigi kendaraan secara bertahap. Upaya tersebut membantu memperlambat laju truk hingga akhirnya dapat dikendalikan.
Truk berhasil dihentikan setelah kondisi jalan mulai landai dan mesin kendaraan dimatikan.
Beruntung, kondisi jalan yang sepi pada dini hari membuat kecelakaan ini tidak menimbulkan korban tambahan maupun kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi.
“Korban diduga panik dan melompat untuk menyelamatkan diri setelah mendengar teriakan ‘rem blong’ dari sopir,” jelas Bambang.
Namun keputusan tersebut justru berujung fatal. Saat melompat dari kendaraan yang masih melaju, korban terjatuh ke badan jalan dan terlindas roda truk.
Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dialami
PENANGANAN DAN PENYELIDIKAN
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.
Sementara itu, sopir beserta kendaraan diamankan oleh pihak Satlantas Polres Tangerang Selatan guna kepentingan penyelidikan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan serta kemungkinan adanya faktor kelalaian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan, terutama pada bagian vital seperti sistem pengereman.

.gif)