![]() |
2 Jurnalis Republika Ditangkap Israel saat Ikut Misi Global Sumud Flotilla.(foto: Instagram @republikaonline)
|
PEMIMPIN Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam
tindakan militer Israel yang mencegat armada bantuan kemanusiaan Global
Sumud Flotilla di perairan internasional saat dalam perjalanan menuju
Jalur Gaza. Dalam insiden tersebut, sekitar 100 aktivis dilaporkan
ditahan, termasuk sembilan relawan asal Indonesia.
Di antara relawan Indonesia itu terdapat dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang ikut serta dalam misi kemanusiaan sekaligus menjalankan tugas jurnalistik.
“Tindakan
ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip
kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa
bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” kata Andi dalam keterangannya,
Senin (18/5).
Menurut Andi, para relawan tidak membawa senjata,
tapi obat-obatan, bantuan logistik, serta dukungan moral bagi warga
sipil Palestina yang menghadapi blokade dan krisis kemanusiaan
berkepanjangan.
Ia menegaskan keselamatan seluruh relawan, khususnya dua jurnalis Republika,
menjadi perhatian utama redaksi. Pihaknya terus memantau perkembangan
situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi
mereka.Andi menilai pencegatan terhadap kapal kemanusiaan di perairan
internasional tidak dapat dibenarkan. Menurut dia, tindakan tersebut
juga menghambat upaya masyarakat internasional dalam menyalurkan bantuan
kepada warga Gaza.
“Kami berdiri bersama para relawan
kemanusiaan dunia dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi
kemanusiaan di perairan internasional,” ujarnya.
Global Sumud
Flotilla merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional yang
bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Misi itu
melibatkan aktivis dari berbagai negara yang membawa kebutuhan dasar
bagi warga sipil di wilayah tersebut.
Republika berharap seluruh relawan, termasuk dua jurnalisnya, dapat segera dibebaskan dan kembali dengan selamat

.gif)