< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Dolar Amerika Menguat, Petani Indonesia Tertekan: Biaya Pupuk hingga Harga Pangan Ikut Naik

Minggu, 17 Mei 2026 | Minggu, Mei 17, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-17T04:23:22Z

 


 Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi sorotan. Dalam beberapa pekan terakhir, pelemahan rupiah dinilai mulai berdampak langsung terhadap sektor pertanian nasional, terutama pada kenaikan biaya produksi yang harus ditanggung para petani.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai, menguatnya dolar AS tidak hanya memengaruhi perdagangan internasional dan industri impor, tetapi juga memberi tekanan besar kepada petani kecil di daerah. Pasalnya, banyak kebutuhan pertanian di Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor yang dibayar menggunakan dolar.

Ekonom pertanian menilai kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga pupuk, pestisida, benih, hingga alat mesin pertanian. Jika situasi terus berlangsung, petani dikhawatirkan mengalami penurunan keuntungan bahkan terancam merugi saat musim panen tiba.

Biaya Produksi Pertanian Naik

Pengamat ekonomi pertanian menyebut penguatan dolar AS terhadap rupiah menjadi faktor utama naiknya biaya produksi pertanian. Sebagian besar bahan baku pupuk dan pestisida masih bergantung pada impor dari luar negeri.

Ketika dolar naik, perusahaan importir harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli bahan baku. Beban tersebut akhirnya berdampak pada kenaikan harga jual pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya di tingkat petani.

“Petani menjadi kelompok yang paling rentan ketika nilai tukar rupiah melemah. Karena biaya produksi naik, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut meningkat,” ujar seorang pengamat ekonomi pertanian.

Kondisi tersebut dirasakan oleh petani padi, hortikultura, hingga perkebunan. Harga pupuk non-subsidi mengalami kenaikan bertahap, sementara sebagian petani mengaku mulai mengurangi penggunaan pupuk demi menekan biaya.

Harga Pangan Berpotensi Naik

Selain memukul biaya produksi, kenaikan dolar juga dinilai dapat memengaruhi harga pangan nasional. Ketika biaya pertanian meningkat, harga hasil panen berpotensi ikut naik di pasaran.

Komoditas seperti beras, cabai, bawang, kedelai, hingga jagung disebut rentan mengalami kenaikan harga apabila biaya distribusi dan produksi terus bertambah.

Ekonom menilai dampak tersebut dapat memicu inflasi pangan yang akhirnya membebani masyarakat luas. Apalagi, Indonesia masih mengimpor beberapa komoditas pangan strategis yang transaksi internasionalnya menggunakan dolar AS.

“Jika rupiah terus melemah, maka harga impor pangan otomatis lebih mahal. Ini akan berdampak pada harga kebutuhan pokok di dalam negeri,” katanya.

Petani Kecil Paling Rentan

Petani kecil disebut menjadi kelompok yang paling terdampak akibat gejolak nilai tukar mata uang. Mereka umumnya memiliki modal terbatas dan sangat bergantung pada pupuk subsidi maupun pinjaman usaha tani.

Saat harga kebutuhan pertanian naik, petani kecil kesulitan menambah modal. Di sisi lain, hasil panen tidak selalu memiliki harga jual yang stabil.

Banyak petani akhirnya memilih mengurangi luas tanam atau menekan biaya perawatan tanaman. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas pertanian nasional dalam jangka panjang.

Pemerintah Diminta Stabilkan Rupiah dan Perkuat Subsidi

Para pakar ekonomi meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar dampaknya tidak semakin luas terhadap sektor pangan dan pertanian.

Selain itu, pemerintah juga didorong memperkuat subsidi pupuk, memperluas bantuan alat pertanian, serta mengurangi ketergantungan impor bahan baku pertanian.

Menurut pengamat ekonomi, sektor pertanian merupakan fondasi ketahanan pangan nasional sehingga perlu mendapat perlindungan serius saat terjadi tekanan ekonomi global.

“Ketika petani terpukul, maka efeknya akan panjang terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, para petani berharap pemerintah mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pertanian agar aktivitas produksi tetap berjalan dan hasil panen tetap memberikan keuntungan yang layak.

 

Burhanudin  Pengamat Ekonomi Jakarta 

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update