JAKARTA KONTAK BANTEN Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) yang digelar di kawasan Silang Monas, Jakarta. Kehadiran kepala negara dalam peringatan ini menjadi sorotan, mengingat momentum tersebut diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih serta sejumlah tokoh buruh nasional, di antaranya Andi Gani Nena Wea, Said Iqbal, dan Jumhur Hidayat.
Dalam orasinya, Prabowo menyoroti nilai kejujuran dan ketulusan para pekerja yang mengandalkan tenaga dan keringat untuk menghidupi keluarga. Ia menyebut pekerja, petani, dan nelayan sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kemuliaan karena kerja keras mereka.
“Orang yang bekerja dengan badan dan keringatnya untuk anak istrinya adalah pekerja yang ikhlas dan hidupnya mulia. Pekerja, petani, dan nelayan adalah orang-orang yang jujur,” ujar Prabowo di hadapan massa buruh.
Namun, Prabowo juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena yang menurutnya terjadi pada sebagian kalangan elite.
“Tapi yang saya sedih, orang semakin tinggi pangkatnya banyak yang semakin tidak jelas. Saya heran, semakin pintar, banyak yang pintar—pintar maling,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut sorak dan tepuk tangan dari massa buruh yang memadati kawasan Monas sejak pagi hari.
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Nababan menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Prabowo dalam peringatan May Day. Ia menyebut kehadiran tersebut sebagai langkah yang jarang dilakukan oleh pemimpin negara di dunia.
“Bapak adalah presiden ketiga di dunia yang merayakan Hari Buruh Internasional bersama buruh,” ujar Elly.
Peringatan May Day tahun ini menjadi momentum penting bagi buruh untuk menyuarakan aspirasi sekaligus menunjukkan solidaritas, dengan kehadiran langsung Presiden yang memberikan pesan moral terkait integritas, kejujuran, dan penghargaan terhadap kerja keras.

.gif)