CILEGON KONTAK BANTEN – Sebanyak 800 buruh dari berbagai federasi di Kota Cilegon, Banten, bertolak ke Jakarta untuk mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5/2026). Keberangkatan dilakukan sejak dini hari dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Rombongan buruh mulai diberangkatkan dari depan Mapolres Cilegon sekitar pukul 03.00 WIB menggunakan tujuh unit bus. Aparat dari Polres Cilegon turut melakukan pengawalan guna memastikan perjalanan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga ke lokasi tujuan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan, proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap. Selain tujuh bus yang telah berangkat lebih awal, sejumlah bus lainnya dijadwalkan menyusul pada pagi hari.
“Total bus yang disiapkan ada 14 unit. Sebagian sudah diberangkatkan dini hari, sisanya menyusul pagi ini,” ujar Martua.
Ia menambahkan, pengamanan dilakukan tidak hanya saat keberangkatan, tetapi juga selama perjalanan hingga kepulangan buruh ke Cilegon. Hal ini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman.
Martua juga memastikan bahwa tidak ada aksi unjuk rasa yang digelar di wilayah Kota Cilegon pada peringatan May Day tahun ini. Seluruh kegiatan buruh dipusatkan di Jakarta.
“Para buruh merayakan May Day Fiesta di Monas, Jakarta Pusat. Jadi tidak ada kegiatan aksi di wilayah Cilegon,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Buruh Cilegon, Rudi Syahrudin, menyampaikan bahwa sekitar 800 buruh diberangkatkan dengan total 13 bus yang terisi. Ia menyebutkan jumlah peserta berpotensi bertambah seiring keberangkatan rombongan susulan.
Menurut Rudi, keikutsertaan buruh Cilegon dalam peringatan May Day tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga untuk menyuarakan sejumlah tuntutan strategis terkait kondisi ketenagakerjaan.
Beberapa tuntutan utama yang akan disampaikan antara lain penolakan terhadap upah murah, penghapusan sistem alih daya (outsourcing), serta pembentukan satuan tugas pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Itu tuntutan yang sangat penting. Kami mendorong agar satgas PHK segera dibentuk,” kata Rudi.
Ia menjelaskan, pembentukan satgas PHK dinilai mendesak mengingat kondisi industri yang saat ini dinilai belum stabil. Menurutnya, banyak pekerja berada dalam posisi rentan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja.
Selain itu, buruh juga mendesak pemerintah untuk menghadirkan regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada pekerja, termasuk dalam hal perlindungan hak-hak normatif dan jaminan kesejahteraan.
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Indonesia dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, dan diikuti oleh ribuan buruh dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk aksi damai serta May Day Fiesta yang menjadi ajang penyampaian aspirasi pekerja secara nasional.
Dengan pengawalan ketat dan koordinasi lintas pihak, keberangkatan buruh dari Cilegon diharapkan berjalan lancar, serta mampu menyuarakan aspirasi mereka secara tertib dan kondusif di tingkat nasional.

.gif)