< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Harganas 2026, Gubernur Banten Andra Soni: SDM Unggul Harus Dibangun dari Keluarga

Senin, 29 Juni 2026 | Senin, Juni 29, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-29T09:02:43Z

 

 

SERANG, KONTAK BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kesehatan, pendidikan, dan kualitas generasi penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Banten yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (29/6/2026).

Dalam amanatnya, Andra menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak dimulai ketika seseorang memasuki bangku kuliah ataupun dunia kerja. Proses tersebut justru dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan hingga mendapatkan pengasuhan yang baik di lingkungan keluarga.

"Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dimulai dari bangku kuliah ataupun dunia kerja, tetapi sejak dalam rahim ibu dan melalui pengasuhan di lingkungan keluarga," ujar Andra Soni.

Keluarga Menjadi Kunci Menyongsong Bonus Demografi

Andra mengatakan Indonesia saat ini sedang memasuki masa bonus demografi, yaitu kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding usia nonproduktif. Menurutnya, momentum tersebut merupakan peluang besar yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah bangsa.

Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan manfaat apabila pemerintah, masyarakat, dan keluarga mampu menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Ia menilai peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter, pola pikir, serta kepribadian anak agar mampu menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat.

"Bonus demografi merupakan kesempatan yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah bangsa. Karena itu, pembangunan kualitas manusia harus dimulai sejak dini dari lingkungan keluarga," katanya.

Penguatan Karakter dan Ketahanan Mental Anak Harus Menjadi Prioritas

Lebih lanjut, Andra menegaskan keluarga memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang adaptif, produktif, dan mampu bersaing di era global.

Menurutnya, penguatan kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental anak harus menjadi perhatian bersama agar lahir sumber daya manusia yang berkualitas.

"Keluarga bukan hanya unit terkecil dalam masyarakat, tetapi menjadi fondasi keberhasilan pembangunan daerah dan nasional. Semakin kuat kualitas keluarga, semakin besar pula peluang lahirnya sumber daya manusia unggul," tegasnya.

Bonus Demografi Harus Menjadi Modal Pembangunan

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah Sentono, mengatakan bonus demografi harus dikelola secara tepat agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi persoalan di masa mendatang.

Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kesiapan pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam membina generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

"Keberhasilan memanfaatkan peluang itu bergantung pada kesiapan pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam membina generasi muda sejak sekarang hingga 2045. Bonus demografi harus menjadi modal pembangunan, bukan masalah pembangunan," ujarnya.

Orang Tua Diminta Bijak Dampingi Anak di Era Digital

Iwan juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan tantangan baru bagi keluarga.

Karena itu, orang tua dituntut lebih aktif mendampingi dan mengawasi aktivitas digital anak agar teknologi dimanfaatkan secara positif dan tidak berdampak buruk terhadap perkembangan karakter maupun perilaku mereka.

"Teknologi memiliki dua sisi. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing anak dalam memanfaatkan teknologi secara bijak," katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjalankan berbagai program penguatan ketahanan keluarga, pembinaan anak, perlindungan anak, serta pengembangan Sekolah Ramah Anak.

Program-program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Banten yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

"Kami terus berkoordinasi lintas sektor guna menjalankan berbagai program penguatan ketahanan keluarga, pembinaan anak, dan pengembangan Sekolah Ramah Anak sebagai upaya menyiapkan

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update