< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 03 Juni 2026 | Rabu, Juni 03, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-03T05:46:17Z

 

Presiden Prabowo Subianto mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian tersebut berlaku efektif mulai Selasa (2/6/2026).


JAKARTA  KONTAK BANTEN – Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026) malam. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Posisi Kepala BGN kini dipercayakan kepada Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Menurut Prasetyo, langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala pemerintah terhadap efektivitas kinerja kementerian dan lembaga yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun terakhir.

“Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari pelaksanaan program, tata kelola kelembagaan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), hingga pengawasan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dua Wakil Kepala BGN Juga Dicopot

Tidak hanya Dadan Hindayana, pemerintah juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN lainnya, yakni Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya.

Perombakan struktur pimpinan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat tata kelola internal Badan Gizi Nasional sekaligus mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru di bawah Nanik S Deyang mampu meningkatkan koordinasi internal, memperkuat pengawasan program, serta memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Program MBG Dihantam Berbagai Sorotan

Selama kepemimpinan Dadan Hindayana, Program Makan Bergizi Gratis beberapa kali menjadi sorotan publik. Salah satu yang paling banyak mendapat perhatian adalah kasus keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 446 kasus keracunan makanan dengan jumlah korban mencapai 37.693 orang yang tersebar di 220 kabupaten dan kota di Indonesia.

Kasus terbesar terjadi pada September 2025 ketika sebanyak 657 pelajar di Jawa Barat mengalami gangguan kesehatan massal setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Selain persoalan keamanan pangan, BGN juga sempat mendapat kritik terkait rencana pengadaan 20.000 unit motor listrik operasional dengan nilai anggaran mendekati Rp2 triliun.

Kebijakan tersebut menuai berbagai tanggapan dari masyarakat dan pengamat karena dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak dibandingkan penguatan kualitas distribusi makanan bergizi.

Distribusi Manfaat Dinilai Belum Tepat Sasaran

Sorotan lain muncul setelah hasil analisis data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 menunjukkan distribusi manfaat Program Makan Bergizi Gratis belum sepenuhnya menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Data tersebut menunjukkan sekitar 62,9 persen manfaat program justru dinikmati kelompok masyarakat kelas atas, sehingga memunculkan kritik terkait efektivitas penargetan penerima manfaat.

Pemerintah berharap pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh, meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, serta memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Dengan kepemimpinan baru, BGN diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan, menjaga standar keamanan pangan, serta mempercepat pencapaian target pemenuhan gizi nasional yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update