< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu: Kepercayaan Pasar Jadi Kunci Jaga Stabilitas Rupiah

Senin, 29 Juni 2026 | Senin, Juni 29, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-29T07:59:06Z

 

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Pangestu (no 2 dari kanan) saat konferensi pers di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Ist

JAKARTA, KONTAK BANTEN
– Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menegaskan bahwa menjaga kepercayaan pasar menjadi faktor utama dalam menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Mari dalam konferensi pers bersama pemerintah dan DPR RI di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurutnya, meski rupiah mengalami tekanan, fundamental perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif kuat.

"Kondisi ekonomi nasional masih memiliki fondasi yang baik. Tetapi perhatian utama saat ini adalah bagaimana menjaga kepercayaan dan ekspektasi pasar melalui kebijakan yang tepat dari lembaga yang memiliki kewenangan teknis," ujar Mari.

Fundamental Ekonomi Dinilai Masih Kuat

Mari menjelaskan, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa kondisi perekonomian nasional masih cukup solid. Namun, ia mengakui pelemahan nilai tukar rupiah saat ini relatif lebih besar dibandingkan beberapa negara yang memiliki karakteristik ekonomi serupa.

Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan langkah-langkah kebijakan yang terukur dan terkoordinasi agar kepercayaan investor maupun pelaku pasar tetap terjaga.

Ia menilai stabilitas pasar tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi riil, tetapi juga oleh ekspektasi pelaku usaha dan investor terhadap arah kebijakan pemerintah serta otoritas ekonomi.

Harga Minyak Dunia Jadi Perhatian

Selain membahas pergerakan nilai tukar rupiah, pertemuan tersebut juga menyoroti berbagai tantangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi kondisi perekonomian nasional dalam jangka pendek.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga minyak dunia yang dinilai dapat memberikan tekanan terhadap inflasi, biaya produksi, hingga daya beli masyarakat.

Menurut Mari, pemerintah bersama otoritas terkait terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi dampak berbagai dinamika ekonomi global tersebut.

Fiskal dan Moneter Harus Berjalan Selaras

Dalam pertemuan itu, pemerintah dan DPR juga membahas berbagai langkah yang dapat ditempuh melalui kebijakan fiskal maupun moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Koordinasi antarlembaga dinilai menjadi kunci agar berbagai instrumen kebijakan dapat berjalan selaras dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, serta memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

Pemerintah berharap sinergi kebijakan tersebut mampu menjaga kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi berbagai tantangan eksternal.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update