TANGERANG KONTAK BANTEN – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah seiring dimulainya kembali aktivitas belajar setelah masa libur sekolah.
Melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), seluruh satuan pendidikan didorong menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, mengatakan pencegahan bullying menjadi perhatian serius karena dampaknya dapat memengaruhi kondisi psikologis hingga perilaku peserta didik.
“Bullying menjadi perhatian serius dan harus dilakukan pencegahan,” ujar Agus.
Menurutnya, sekolah perlu memperkuat sistem deteksi dini dengan melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK), wali kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah, serta orang tua.
Ia menegaskan pendekatan terhadap siswa harus mengutamakan pembinaan, pendampingan, dan konseling, bukan memberikan stigma atau hukuman yang dapat memperburuk kondisi anak.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menerapkan Program Budaya Aman dan Nyaman Sekolah (BASN) selama MPLS.
Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang terbebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan, baik secara fisik, psikologis, sosial maupun digital.
Selain lingkungan sekolah, pengawasan terhadap penggunaan internet dan media sosial juga menjadi perhatian. Orang tua diminta aktif mendampingi anak dalam menggunakan teknologi digital.
“Gawai bisa berada di tangan anak, tetapi nilai dan karakter harus tetap berada dalam bimbingan orang tua. Sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi benteng utama,” kata Agus.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dilly Windu, mengatakan sekolah juga terus mendorong peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh konten negatif di media sosial.
Menurutnya, edukasi literasi digital penting diberikan agar siswa mampu menyaring informasi dan memahami etika dalam menggunakan teknologi.
“Kami terus berupaya agar anak-anak dapat berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh tayangan atau konten yang tidak mendidik,” ujarnya.
Dengan penguatan budaya sekolah aman dan nyaman, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berharap seluruh peserta didik dapat belajar dalam suasana yang kondusif dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan.

.gif)