![]() |
SERANG KONTAK BANTEN – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Banten menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026 dengan tema "Optimalisasi Peran Ditpamobvit Polda Banten dalam Pemeliharaan Kamtibmas Guna Mendukung Asta Cita" di Hotel Aston Serang, Rabu (22/07/2026).
Rakernis dibuka langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki dan dihadiri Pejabat Utama Polda Banten, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, narasumber dari Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Dinas Perindustrian Provinsi Banten, para Kapolsek yang membawahi wilayah objek vital nasional, serta jajaran personel Ditpamobvit Polda Banten.
Rakernis Jadi Forum Evaluasi dan Penyamaan Kebijakan
Dalam sambutannya, Kapolda Banten menegaskan Rakernis merupakan forum strategis untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi pelaksanaan tugas, sekaligus memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.
"Rakernis ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan arah kebijakan, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang. Saya berharap forum ini mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan langkah nyata yang dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan," ujar Kapolda.
Banten Miliki Banyak Objek Vital Nasional
Kapolda menjelaskan, Provinsi Banten memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Jawa dan Sumatera. Keberadaan pelabuhan, kawasan industri, pembangkit listrik, serta berbagai objek vital nasional menjadikan stabilitas keamanan sebagai faktor penting dalam menjaga aktivitas masyarakat dan iklim investasi.
Menurutnya, pengamanan objek vital harus terus diperkuat melalui pendekatan yang adaptif, berbasis analisis risiko, serta didukung pemanfaatan teknologi.
"Pengamanan objek vital harus terus ditingkatkan melalui pendekatan yang adaptif, berbasis analisis risiko, serta didukung pemanfaatan teknologi. Selain itu, kemampuan personel dalam merespons cepat setiap potensi gangguan dan memperkuat sinergi dengan pengelola objek vital maupun seluruh pemangku kepentingan harus terus ditingkatkan," jelasnya.
Antisipasi Ancaman Keamanan yang Semakin Kompleks
Kapolda menambahkan, tantangan pengamanan saat ini semakin kompleks, mulai dari ancaman siber, potensi sabotase, bencana alam, hingga dinamika sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Karena itu, sistem pengamanan tidak hanya dituntut mampu merespons gangguan, tetapi juga harus mampu mendeteksi, mencegah, serta mengelola risiko secara efektif sejak dini.
Dorong Ditpamobvit Semakin Profesional dan Adaptif
Menutup arahannya, Kapolda Banten mengajak seluruh peserta Rakernis memanfaatkan forum tersebut untuk meningkatkan kapasitas, berbagi pengalaman, serta menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.
Ia berharap jajaran Ditpamobvit Polda Banten semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan jaminan keamanan terhadap objek vital nasional.
"Keamanan yang kita wujudkan bukan hanya melindungi objek vital, tetapi juga memberikan kepastian bagi dunia usaha, meningkatkan kepercayaan investor, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Manfaatkan forum ini untuk bertukar pengalaman, memperkaya wawasan, dan menyusun rekomendasi yang implementatif sehingga Ditpamobvit Polda Banten semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan di masa mendatang," tutup Kapolda Banten.

.gif)