< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Peringati Hari Anak Nasional, Bandara Soekarno-Hatta Gelar Program Pelestarian Budaya dan Edukasi Kebandarudaraan

Sabtu, 25 Juli 2026 | Sabtu, Juli 25, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-25T12:00:23Z

 

Sejumlah anak bergembira mengikuti 
kegiatan di Pojok Budaya Bandara Soetta. 
(Foto: Istimewa) 

 

TANGERANG KONTAK BANTEN Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menggelar dua program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), yakni InJourney Airports Community Upskilling for Aviation (Pojok Budaya) dan InJourney Community Care. Kegiatan ini bertujuan mendukung pelestarian budaya lokal, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan bandara.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, Soekarno-Hatta tidak hanya berfungsi sebagai gerbang konektivitas nasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan ruang yang mempertemukan banyak orang, budaya, dan berbagai aktivitas. Karena itu, kami ingin menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan masyarakat, baik melalui pelestarian budaya lokal maupun kegiatan edukatif yang mampu menginspirasi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan mengenal lebih dekat dunia kebandarudaraan," ujar Heru, Jumat (24/7/2026).

Dukung Pelestarian Budaya Lokal

Salah satu program yang dijalankan adalah InJourney Airports Community Upskilling for Aviation (Pojok Budaya). Program ini memberikan dukungan kepada sanggar seni, komunitas budaya, dan para pelaku seni untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas pertunjukan budaya.

Menurut Heru, program tersebut merupakan bagian dari implementasi TJSL yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi komunitas seni sekaligus pelestarian budaya Indonesia.

Pada tahun 2026, Bandara Soekarno-Hatta memberikan bantuan pengembangan kepada Sanggar Satya Swastika. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana sanggar, mengembangkan kompetensi pelatih dan peserta didik, menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni budaya, serta mendorong prestasi dalam melestarikan tari tradisional Indonesia.

Sebagai bagian dari program tersebut, Sanggar Satya Swastika menampilkan pertunjukan tari khas Tangerang di Terminal 2 pada 23 Juli 2026 dan dilanjutkan di Terminal 1C pada 24 Juli 2026.

"Kehadiran pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana bandara yang lebih hangat dan berkarakter, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para pengguna jasa, baik domestik maupun mancanegara," kata Heru.

Mengusung tema "Melestarikan Budaya, Mengembangkan Potensi, Tunjukkan Aksi", program Pojok Budaya diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni budaya lokal sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Bandara Soekarno-Hatta dan komunitas budaya.

Kenalkan Dunia Kebandarudaraan kepada Anak-anak

Selain pelestarian budaya, Bandara Soekarno-Hatta juga menggelar InJourney Community Care dalam rangka Hari Anak Nasional 2026. Sebanyak 51 siswa sekolah dasar dari wilayah perimeter utara dan selatan bandara, yakni SDN Jurumudi Baru, SDN 1 Bojong Renged, dan SDN 3 Bojong Renged, mengikuti kegiatan edukasi kebandarudaraan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan profesi Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) atau petugas penyelamatan dan pemadam kebakaran bandara. Mereka juga mendapat kesempatan melihat langsung berbagai alat pelindung diri (APD), kendaraan pemadam kebakaran khusus bandara, serta peralatan yang digunakan personel ARFF dalam menjalankan tugas menjaga keselamatan operasional penerbangan.

Perkuat Kontribusi Sosial Bandara

Heru menegaskan, program TJSL Bandara Soekarno-Hatta akan terus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.

"Kami percaya bahwa keberadaan bandara harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya melalui layanan operasional, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan terus menghadirkan program-program yang membuka ruang kolaborasi, mendukung pelestarian budaya, memperluas akses edukasi, dan mendorong tumbuhnya potensi generasi muda di sekitar bandara," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan penyelenggaraan Pojok Budaya dan InJourney Community Care diharapkan semakin memperkuat sinergi antara bandara dengan masyarakat sekitar.

"Bandara tidak hanya menjadi gerbang konektivitas Indonesia, tetapi juga ruang yang memberikan manfaat sosial, budaya, dan pendidikan secara berkelanjutan," kata Yudistiawan.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update