< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera Lampung–Aceh Segera Terwujud, Trans Kalimantan Juga Dipercepat

Jumat, 31 Juli 2026 | Jumat, Juli 31, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-31T02:00:51Z

 

Presiden Prabowo pada peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang. Foto : Ist


SEMARANG KONTAK BANTEN  – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera yang menghubungkan Bandar Lampung hingga Banda Aceh dapat segera direalisasikan. Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan Trans Kalimantan Railway sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan infrastruktur nasional.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan sektor perkeretaapian harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi nasional, bukan hanya berfokus pada Pulau Jawa atau semata-mata mempertimbangkan keuntungan komersial.

Menurutnya, kehadiran jaringan kereta api yang terhubung antarwilayah akan memperkuat konektivitas nasional, membuka akses ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Presiden juga menginstruksikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan untuk segera mematangkan rencana pembangunan kedua proyek strategis tersebut. Selain pembangunan jalur utama, pemerintah juga mendorong perluasan layanan kereta api hingga menjangkau kota-kota kecil yang selama ini belum memiliki akses transportasi rel.

Di sisi lain, aspek keselamatan menjadi perhatian utama pemerintah. Prabowo meminta peningkatan sistem keamanan perjalanan kereta melalui pembangunan pintu perlintasan otomatis di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa proyek Kereta Api Trans Sumatera memiliki panjang sekitar 1.700 kilometer dengan estimasi kebutuhan investasi mencapai Rp350 triliun.

Menurut Dudy, pembiayaan proyek tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga akan memanfaatkan berbagai skema pendanaan, termasuk kerja sama dengan investor swasta serta dukungan dari Danantara.

"Proyek ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," ujarnya.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa proyek saat ini telah memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study) sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan.

Ia mengatakan pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap melalui koridor timur dan koridor barat Pulau Sumatera. Tahap awal akan diprioritaskan pada pembangunan jalur Aceh–Besitang serta penyambungan lintasan Palembang–Jambi–Riau.

Menurut Bobby, penyambungan jalur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih bergantung pada transportasi jalan.

Pemerintah berharap pembangunan Trans Sumatera Railway dan Trans Kalimantan Railway dapat menjadi tonggak baru pengembangan transportasi berbasis rel di Indonesia, sehingga tercipta sistem logistik yang lebih efisien, pemerataan pembangunan antardaerah, serta peningkatan daya saing ekonomi nasional.(RSH)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update