SERANG, KONTAK BANTEN – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membentuk koperasi sebagai upaya memperkuat kesejahteraan pegawai sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis gotong royong.
Ajakan tersebut disampaikan Dimyati saat memimpin apel peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (15/7/2026).
Dalam amanatnya, Dimyati menegaskan koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui prinsip kebersamaan.
"Koperasi adalah semangat gotong royong. Koperasi juga menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat untuk belajar usaha, memahami simpan pinjam, berdagang, pembukuan, hingga berorganisasi. Jadi, koperasi ini gunanya besar," ujar Dimyati.
Menurutnya, koperasi berbeda dengan badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang kepemilikannya bersifat individu. Dalam koperasi, seluruh anggota menjadi pemilik sehingga manfaat dan keuntungan dapat dinikmati secara bersama-sama.
"Kalau PT itu personal, yang memilikinya satu orang. Kalau koperasi milik bersama. Itu yang menjadi manfaat dan keuntungannya," katanya.
Dimyati Minta Seluruh OPD Miliki Koperasi
Pada kesempatan itu, Dimyati mengimbau seluruh OPD di lingkungan Pemprov Banten segera membentuk koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi bagi para anggotanya.
"Saya mengimbau agar setiap instansi memiliki koperasi. Karena koperasi dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Prinsip-prinsipnya sudah jelas, dasarnya sudah jelas, asasnya sudah jelas," tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menggagas pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Dimyati, keberadaan koperasi tersebut akan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan hingga usaha lainnya.
"Itulah hebatnya Bapak Presiden. Dulu masyarakat didorong berkoperasi, tetapi belum memiliki wadah yang kuat. Sekarang sudah ada wadahnya, sehingga perputaran ekonomi, baik dari hasil pertanian, perkebunan maupun sektor lainnya dapat berjalan di masyarakat," ungkapnya.
Dekopin Banten: Koperasi Tetap Jadi Soko Guru Perekonomian
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Provinsi Banten, Hasbi Sidik, mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
Menurut Hasbi, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.
"KDKMP merupakan gagasan yang sangat baik agar ekonomi bergerak di pedesaan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ke depan, koperasi tidak hanya melayani perdagangan sembako, tetapi juga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya," ujarnya.
Hasbi menambahkan, saat ini koperasi memiliki posisi yang sejajar dengan badan usaha lainnya dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat, karyawan, hingga kalangan pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui usaha bersama.

.gif)