PANDEGLANG, KONTAK BANTEN – Kekeringan akibat kemarau panjang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang mencatat telah menyalurkan 283 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan hingga 10 Agustus 2026.
Air bersih tersebut didistribusikan ke 56 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 6.116 kepala keluarga (KK) atau 22.637 jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati, mengatakan proses pendistribusian air bersih berjalan lancar. Masyarakat yang menerima bantuan juga disebut mengantre dengan tertib.
Menurut Lilis, permintaan air bersih dari masyarakat terus bertambah karena musim kemarau masih berlangsung.
“Permohonan permintaan air bersih ke BPBD-PK terus bertambah. Hampir setiap hari kami mendistribusikan air ke pelosok desa yang mengalami kekeringan,” kata Lilis di Pandeglang, Senin.
Krisis Air Bersih Melanda 15 Kecamatan
Krisis air bersih terjadi akibat sejumlah faktor. Salah satunya karena masih terdapat wilayah yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Berkah Pandeglang.
Selain itu, sejumlah sumur air bawah tanah mengalami kekeringan. Sumber air permukaan juga ikut mengering akibat kemarau panjang.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak harus mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD-PK, terutama untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Lilis menjelaskan kebutuhan air untuk konsumsi biasanya dapat dipenuhi masyarakat dengan membeli air minum dalam kemasan.
“Saya kira kalau air untuk dikonsumsi minum mereka bisa membeli air minum dalam kemasan galon,” ujarnya.
Warga Berharap Distribusi Air Dilakukan Rutin
Salah seorang warga Cikeusik, Pandeglang, Rohmat, mengaku bersyukur setelah wilayahnya mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD-PK Pandeglang.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan MCK di tengah kondisi sumur bawah tanah yang mengering.
“Setelah dipasok air bersih, kebutuhan MCK kami cukup untuk tiga hari ke depan,” kata Rohmat.
Ia berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kami berharap setiap tiga hari dipasok air bersih untuk keperluan MCK, karena sumur bawah tanah mengalami kekeringan,” ujarnya.
BPBD-PK Kabupaten Pandeglang memastikan pendistribusian air bersih terus dilakukan ke wilayah yang mengalami krisis air. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat mengajukan permohonan kepada BPBD-PK untuk mendapatkan pasokan air bersih.(KJ)

.gif)