LEBAK, KONTAK BANTEN – Musim panen durian dan manggis di Kabupaten Lebak, Banten, tahun ini membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Melimpahnya hasil panen tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja.
Tenaga kerja yang terlibat mulai dari petani, buruh pemetik, buruh panggul, pengemudi angkutan, penampung atau tengkulak hingga pedagang pengecer.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan panen durian dan manggis tahun ini berlangsung melimpah di sejumlah wilayah.
Kecamatan yang menjadi sentra panen di antaranya Leuwidamar, Cirinten, Gunungkencana, Sobang, Muncang, Bojongmanik, Cijaku, Cigemblong, Cibeber, Cilograng, Bayah, Cipanas, Lebak Gedong, Panggarangan, Cihara, Cikulur, dan Cimarga.
“Panen tanaman hortikultura jenis durian dan manggis menjadi andalan ekonomi masyarakat di daerah itu,” kata Rahmat di Lebak, Minggu.
Panen Durian dan Manggis Buka Lapangan Kerja
Menurut Rahmat, musim panen durian dan manggis memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas perdagangan buah melibatkan banyak sektor, mulai dari proses pemetikan hingga distribusi ke berbagai daerah.
Kondisi tersebut membuat ribuan masyarakat mendapatkan penghasilan selama musim panen berlangsung.
Rahmat berharap petani terus mengembangkan tanaman hortikultura, khususnya durian, sehingga komoditas tersebut dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak.
“Kami berharap petani terus mengembangkan pertanian hortikultura jenis durian guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Bandar Durian Serap 50 Tenaga Kerja
Dampak ekonomi dari melimpahnya panen juga dirasakan Acong (50), seorang bandar sekaligus penampung durian dan manggis di kawasan Jalan Selatan Rangkasbitung.
Acong mengaku merekrut sekitar 50 tenaga kerja untuk menangani pasokan dan memenuhi permintaan pasar selama musim panen.
Dalam sehari, dirinya mampu memasok hingga 5.000 butir durian dengan harga rata-rata sekitar Rp20.000 per butir.
Pasokan tersebut kemudian didistribusikan kepada pedagang pengecer di Rangkasbitung, Jakarta, serta sejumlah daerah di Jawa Barat.
“Kami mendapatkan pasokan durian dan manggis di sejumlah kecamatan di Lebak, seiring musim panen melimpah dari Agustus dan dipastikan Oktober mendatang,” kata Acong.
Melimpahnya pasokan selama musim panen membuat aktivitas perdagangan buah semakin meningkat. Kondisi tersebut sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat yang terlibat dalam rantai distribusi.
Pedagang Rangkasbitung Habiskan 1.000 Durian per Hari
Hal serupa dialami Ade, seorang pedagang durian di Gang Kibun, Rangkasbitung.
Ade mengatakan dirinya mempekerjakan 10 tenaga kerja untuk membantu melayani konsumen dan memenuhi tingginya permintaan durian.
Dalam sehari, dagangannya dapat menghabiskan sekitar 1.000 butir durian dengan harga rata-rata Rp50.000 per butir.
Jika seluruh stok terjual, omzet penjualan mencapai sekitar Rp50 juta per hari.
“Panen durian tahun ini melimpah, karena berbagai daerah di Kabupaten Lebak memasuki musim durian,” ujar Ade.
Durian Badui Jadi Favorit Konsumen
Meski pasokan durian tersedia dari berbagai wilayah, Ade mengaku lebih banyak mendapatkan durian dari petani masyarakat Badui.
Menurutnya, durian khas Badui memiliki karakteristik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, terutama dari sisi daging buah yang tebal, aroma yang kuat, serta rasa manis.
Tingginya permintaan bahkan membuat pedagang harus menambah tenaga kerja untuk melayani konsumen yang datang secara berkelompok maupun bersama keluarga.
“Kami merasa kewalahan permintaan durian khas Badui hingga rombongan dan anggota keluarga, sehingga terlayani dengan menyerap 10 tenaga kerja,” katanya.
Melimpahnya panen durian dan manggis di Kabupaten Lebak diharapkan terus memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku usaha. Selain meningkatkan pendapatan, komoditas hortikultura tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang terlibat dalam rantai perdagangan buah dari tingkat petani hingga konsumen.(TIM)

.gif)