< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

SRT 1 Pandeglang Resmi Beroperasi, 474 Siswa dari Tiga Daerah Nikmati Pendidikan Gratis

Sabtu, 29 Agustus 2026 | Sabtu, Agustus 29, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-29T11:52:26Z

 


 

PANDEGLANG, KONTAK BANTEN – Kabar baik bagi keluarga prasejahtera di Banten. Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pandeglang resmi mulai beroperasi dengan memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa jenjang SD, SMP hingga SMA.

Sebanyak 474 siswa dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangerang Selatan kini mulai mengikuti pendidikan di sekolah yang menerapkan sistem asrama terpadu tersebut.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 1 Pandeglang dibuka oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah di kompleks sekolah, Jumat (28/8/2026).

Dimyati Tekankan Kualitas Pendidikan

Dimyati mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah penting pemerintah dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Ia meminta seluruh pihak tidak hanya menjaga fasilitas yang telah tersedia, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran terus ditingkatkan.

“Sekolah ini harus dirawat dan dijaga. Saya meminta kepada kepala sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk para gurunya,” ujar Dimyati.

Dimyati juga meminta jajaran instansi Pemerintah Provinsi Banten ikut memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut.

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya diharapkan mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian sebagai bekal menjadi generasi penerus bangsa.

Orang Tua Terbantu karena Pendidikan Gratis

Bagi orang tua siswa, keberadaan SRT 1 Pandeglang memberikan manfaat nyata karena pendidikan diberikan tanpa biaya.

Salah satunya dirasakan Ahmad Saruri (32), warga Kampung Pasir Kuntul, Pandeglang. Sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, Saruri menyekolahkan putrinya, Nur Hikmah, di jenjang SMP SRT 1 Pandeglang.

Ia mengaku lega karena tidak lagi terlalu terbebani biaya pendidikan anak.

“Saya merasa senang. Di sini semua gratis, jadi saya tidak terlalu memikirkan biaya sehari-hari anak di sekolah,” kata Saruri.

Ia bahkan berharap anak keduanya yang saat ini duduk di kelas 3 SD dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk bersekolah di SRT 1 Pandeglang.

Hal serupa disampaikan seorang ibu asal Desa Kananga, Kecamatan Menes, Pandeglang. Ia menyekolahkan putrinya, Kirania Iktiba, di jenjang SMP.

Ia bersyukur anaknya tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga dibina agar menjadi pribadi yang lebih mandiri.

“Terima kasih, saya bersyukur. Mudah-mudahan anak saya betah, bisa dibimbing dan dibina menjadi anak yang mandiri dan berguna bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Dibangun di Atas Lahan 11,3 Hektare

SRT 1 Kabupaten Pandeglang dibangun di atas lahan seluas 11,3 hektare yang merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Pembangunan kompleks sekolah tersebut mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

SRT 1 Pandeglang dilengkapi 36 ruang kelas serta fasilitas asrama terpadu yang dirancang untuk menunjang kegiatan pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Saat membuka MPLS, Dimyati juga meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas pendukung, termasuk asrama guru.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup hanya dilihat dari kelengkapan bangunan.

Menurutnya, kualitas tenaga pendidik dan proses pembelajaran menjadi faktor penting dalam membentuk karakter serta mengembangkan potensi setiap siswa.

Kapasitas Sekolah Capai 540 Siswa

Kepala SRT 1 Kabupaten Pandeglang, Siwi Astuti, mengatakan saat ini terdapat 474 siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.

Para siswa berasal dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangerang Selatan.

SRT 1 Pandeglang direncanakan memiliki enam rombongan belajar pada masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan kapasitas keseluruhan mencapai 540 siswa.

Khusus jenjang SD, saat ini masih tersedia kuota bagi calon siswa baru.

Menurut Siwi, salah satu kendala penerimaan siswa SD adalah sebagian anak maupun orang tua masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan berasrama.

“Untuk SD masih ada kekurangan karena kadang anaknya belum mau atau orang tuanya belum tega melepas anak mereka ke asrama,” jelasnya.

MPLS Dilanjutkan Matrikulasi Tiga Bulan

Siwi berharap proses pendidikan di SRT 1 Pandeglang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mampu membentuk kemandirian siswa.

Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh, para siswa akan menjalani sejumlah tahapan penyesuaian.

MPLS dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026. Setelah itu, siswa akan mengikuti program matrikulasi selama tiga bulan.

Matrikulasi tersebut menjadi bagian dari persiapan mental dan akademik siswa sebelum menjalani pembelajaran secara penuh.

Dengan konsep pendidikan terpadu dan sistem asrama, SRT 1 Pandeglang diharapkan menjadi salah satu solusi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya.

Bagi orang tua seperti Ahmad Saruri, kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan tempat belajar, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk mengejar cita-cita.(TIM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update