< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Melanda Pematang Sawa Tanggamus, Jarak Pandang 300 Meter

Minggu, 06 September 2026 | Minggu, September 06, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-06T03:14:38Z

 

Abu Vulkanik Menempel di Rumah dan Pepohonan Warga Pematang Sawa (Foto: istimewa)

TANGGAMUS  KONTAK BANTEN– Hujan abu vulkanik melanda sejumlah wilayah Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (5/9/2026) pagi. Abu vulkanik diduga terbawa angin dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Hujan abu mulai dirasakan masyarakat sekitar pukul 06.00 WIB. Material vulkanik dilaporkan cukup tebal hingga terlihat menempel pada pepohonan, daun pisang, serta atap rumah warga.

Salah satu wilayah yang terdampak yakni Pekon Karang Brak. Saat hujan abu berlangsung, jarak pandang warga dilaporkan menurun hingga sekitar 300 meter.

Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat di Pekon Tirom dan Teluk Brak.

Mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus melalui UPTD Puskesmas Martanda langsung membuka posko pengobatan sekaligus membagikan masker kepada masyarakat terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan kesehatan serta perlindungan yang diperlukan selama hujan abu berlangsung.

Hingga Sabtu pagi, belum terdapat laporan korban jiwa, kerugian material, maupun warga yang harus mengungsi akibat hujan abu vulkanik tersebut.

Persediaan masker di Puskesmas Martanda juga masih dinyatakan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Pemerintah kecamatan bersama para kepala pekon terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga dan perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayah Pematang Sawa.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama hujan abu berlangsung. Warga yang terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata guna mengurangi paparan material vulkanik.

Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi pada mata. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap debu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi.

Badan Geologi sebelumnya menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Masyarakat maupun wisatawan juga direkomendasikan tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berulang

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat berulang sejak Jumat (4/9/2026).

Pada Jumat pagi, erupsi tercatat terjadi pada pukul 04.11 WIB, 04.19 WIB, 04.28 WIB, dan 05.46 WIB.

Pada erupsi pukul 05.46 WIB, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Material erupsi kemudian bergerak ke arah barat hingga barat laut.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arah dan kecepatan angin menjadi faktor penting dalam menentukan sebaran material vulkanik. Dampaknya bahkan dapat dirasakan hingga wilayah pesisir Lampung yang berhadapan dengan Selat Sunda.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak erupsi.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diimbau mengikuti perkembangan serta arahan resmi dari pemerintah daerah, BPBD, Badan Geologi, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

(TIM HN)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update