< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 842/Badak Sakti di Pandeglang, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Prajurit

Jumat, 11 September 2026 | Jumat, September 11, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-11T01:45:43Z

 


 

PANDEGLANG, KONTAK BANTEN – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 842/Badak Sakti (BS), Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra serta sejumlah pejabat TNI dan Kementerian Pertahanan.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan pangkalan sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana Yonif TP 842/BS dalam menjalankan tugas.

Tiba di Pandeglang, Menhan Langsung Tinjau Batalyon

Menhan Sjafrie bersama rombongan tiba di wilayah Pandeglang sekitar pukul 14.22 WIB melalui Landing Zone (LZ) Lapangan Bola Rancecet, Desa Rancapinang.

Kedatangan rombongan disambut Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra, serta jajaran TNI lainnya.

Rombongan kemudian bergerak menuju Markas Komando (Mako) Yonif TP 842/BS dan tiba sekitar pukul 14.28 WIB.

Di lokasi, Menhan menerima laporan dari Danyonif TP 842/BS Letkol Inf Mulia Adi Dharma. Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan jajar kehormatan dari personel Yonif TP 842/BS.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan menerima paparan mengenai kondisi satuan, progres pembangunan pangkalan, kesiapan personel, serta dukungan fasilitas yang tersedia.

Prajurit Diminta Pegang Teguh Sapta Marga

Usai menerima paparan, Menhan Sjafrie memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Yonif TP 842/BS di Aula Outdoor sekitar pukul 16.00 WIB.

Ia menekankan agar setiap prajurit benar-benar memahami dan menjalankan nilai-nilai dasar keprajuritan yang terkandung dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.

Menurutnya, ketiga pedoman tersebut tidak cukup sekadar dihafalkan. Nilai-nilainya harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, kedisiplinan, dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dengan demikian, prajurit diharapkan mampu menjaga kehormatan diri, satuan, serta institusi TNI di tengah masyarakat.

Perwira Harus Hadir dan Jadi Teladan

Dalam arahannya, Sjafrie juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang hadir di tengah anggota.

Para perwira tidak boleh hanya memberikan perintah, tetapi harus mampu menjadi contoh, memberikan arahan, melakukan pembinaan, dan memahami kondisi prajurit yang dipimpinnya.

“Perwira harus selalu hadir di tengah-tengah anggotanya. Jangan hanya memberikan perintah, tetapi harus mampu menjadi contoh, memberikan arahan dan membina anggota,” kata Sjafrie.

Pesan serupa disampaikan kepada para bintara. Mereka diminta aktif berada di tengah prajurit sekaligus menjadi panutan dalam hal disiplin, tanggung jawab, sikap, dan pelaksanaan tugas.

Prajurit Diminta Tinggal di Fasilitas Batalyon

Menhan juga mengingatkan personel agar memanfaatkan fasilitas tempat tinggal yang telah disediakan oleh satuan.

Dengan tersedianya rumah dan fasilitas pendukung di lingkungan batalyon, prajurit diminta tidak lagi tinggal atau tidur di rumah warga.

Langkah tersebut bertujuan agar keberadaan dan aktivitas prajurit dapat berlangsung secara tertib dan terkontrol serta menghindari persoalan di kemudian hari.

Alutsista Modern Harus Diimbangi Kemampuan

Selain disiplin, Sjafrie menekankan pentingnya peningkatan kemampuan prajurit seiring semakin modernnya persenjataan dan peralatan yang dimiliki.

Menurutnya, kecanggihan alat utama sistem senjata (alutsista) tidak akan berarti tanpa kemampuan personel yang mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya secara profesional.

“Yang paling penting, bukan hanya memiliki peralatan yang modern, tetapi bagaimana kemampuan tersebut digunakan untuk melaksanakan pengabdian kepada rakyat dan negara,” tegasnya.

Ia meminta prajurit tidak sekadar merasa bangga dengan modernisasi peralatan, tetapi mampu menggunakannya untuk menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa serta negara.

Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

Menhan kembali mengingatkan seluruh prajurit agar menempatkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Prajurit juga dituntut menjaga nama baik diri dan satuannya serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan dedikasi.

Sjafrie berharap Yonif TP 842/BS dapat menjadi satuan yang menunjukkan profesionalisme, kekompakan, disiplin, dan kesiapan dalam menjalankan setiap tugas.

Pada akhir kunjungan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin juga memberikan pesan tertulis kepada prajurit Yonif TP 842/BS sebagai motivasi dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.(tim)

 

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update