KOTA TANGERANG KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, menyiapkan aksi water mist atau penyemprotan air secara berkala di sejumlah ruas jalan protokol untuk mengurangi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan penyemprotan dilakukan sebagai langkah responsif untuk membantu menjaga kualitas udara sekaligus mengurangi paparan partikel abu vulkanik di lingkungan masyarakat.
“Kami lakukan penyemprotan sebagai upaya responsif untuk menekan dampak polusi udara serta mengikat partikel abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat,” ujar Mahdiar di Tangerang.
Water Mist Menjangkau 6-7 Kilometer
Penyemprotan difokuskan pada sejumlah jalur utama dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.
Jangkauan penyemprotan disebut mencapai sekitar 6 hingga 7 kilometer.
Dalam pelaksanaannya, sedikitnya 20 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan.
Pemkot Tangerang memastikan air yang digunakan untuk kegiatan tersebut berasal dari pasokan air bersih PDAM dan tidak dicampur dengan bahan kimia.
Penyemprotan Dilakukan Berkala
Pemkot Tangerang berencana melakukan penyemprotan secara berkala di sejumlah titik strategis lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kenyamanan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak abu vulkanik.
“Water mist ini tidak hanya efektif mengikat debu di udara, tetapi juga ampuh meredam suhu panas ekstrem di jalan utama. Alhamdulillah, respons dan antusiasme masyarakat serta pengguna jalan sangat positif,” kata Mahdiar.
Warga Diminta Tetap Gunakan Masker
Selain melakukan penyemprotan, BPBD Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker, terutama ketika kondisi udara berdebu atau terdapat paparan abu vulkanik.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Setiap perkembangan mengenai kondisi lingkungan dan potensi dampak abu vulkanik akan disampaikan melalui kanal informasi resmi pemerintah.
Dinkes Siapkan Fasilitas Kesehatan
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap digunakan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggareni, mengimbau warga yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan setelah terpapar abu agar segera mendapatkan penanganan.
“Warga yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan setelah terpapar abu diimbau segera melakukan penanganan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan berlanjut,” kata Dini.
Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi.(TIM HN)

.gif)