![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri |
Dindikbud Pantau Pembelajaran Daring dan Petakan Kendala Paket Data Siswa
KOTA SERANG KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan hingga 11 September 2026. Kebijakan ini diambil karena kondisi kualitas udara dinilai belum memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.
Perpanjangan PJJ juga mempertimbangkan potensi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih perlu diwaspadai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ diambil setelah pihaknya mempertimbangkan kondisi udara dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Ya diperpanjang. Hari ini kondisi udara, mutu udara juga sangat tidak memungkinkan, maka diperpanjang pada hari ini sampai tanggal 11 September,” kata Nuri.
Tatap Muka Dinilai Berisiko
Nuri mengatakan, pembelajaran luring belum dapat dipaksakan selama kualitas udara belum mendukung. Jika tetap dilakukan, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.
“Pertama bahwa iklim atau mutu udara sangat tidak memungkinkan untuk terjadinya pembelajaran luring dan berakibat nanti fatal ketika terjadi proses luring dipaksakan,” ujarnya.
Selain faktor kualitas udara, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Banten berdasarkan hasil pemantauan terhadap aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Menurut Nuri, potensi erupsi kembali masih menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Yang kedua, instruksi Pak Gubernur itu bukan tanpa alasan, tapi berdasarkan beberapa pantauan di daerah Krakatau yang memungkinkan terjadi erupsi kembali yang berimplikasi pada kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Pembelajaran Daring Akan Dipantau
Selama PJJ diperpanjang, Dindikbud Kota Serang memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Pengawasan akan dilakukan dengan melibatkan kepala sekolah, pengawas, serta bidang terkait di lingkungan Dindikbud.
Nuri mengatakan, pihaknya akan memastikan seluruh sekolah tetap melaksanakan pembelajaran daring secara efektif.
Salah satu fasilitas yang akan dimanfaatkan adalah TV Merah Putih atau Smart Board yang telah diberikan pemerintah pusat.
“Kita besok justru akan melakukan proses menggunakan TV Merah Putih atau Smart Board yang diberikan Pak Prabowo yang kita akan pastikan seluruh satuan pendidikan akan melakukan proses daring dengan baik dan efektif,” katanya.
Pemantauan pembelajaran akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Dindikbud akan melihat secara langsung pelaksanaan proses belajar mengajar selama PJJ.
“Kita besok jam 7.00 kita mulai dan kita pantau,” ujarnya.
Kendala Paket Data Siswa Dipetakan
Selain memantau kualitas pembelajaran, Dindikbud Kota Serang juga akan memetakan berbagai kendala yang dialami siswa dan orang tua selama PJJ.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan paket data atau pulsa untuk mengikuti pembelajaran daring.
“Kita akan lakukan pemetaan berapa persen masyarakat atau orang tua murid atau murid yang melakukan PJJ ini terkendala gara-gara paket, pulsa misalkan kekurangan,” ungkap Nuri.
Jika ditemukan siswa yang mengalami kendala, Dindikbud akan turun langsung ke masyarakat untuk memastikan seluruh peserta didik tetap memperoleh hak pelayanan pendidikan selama PJJ.
“Kita akan pantau dan kita akan terjun langsung ke masyarakat agar proses pelayanan pendidikan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Koordinasi dengan DLH, BPBD dan Dinkes
Pemkot Serang akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum menentukan kebijakan pendidikan selanjutnya.
Dindikbud juga berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, dan Dinas Kesehatan.(TIM HN)

.gif)