< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Wali Kota Cilegon Robinsar Dorong Perbaikan Gorong-gorong Tol Tangerang-Merak untuk Atasi Banjir

Sabtu, 05 September 2026 | Sabtu, September 05, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-05T11:51:25Z

 

Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra Walikota Cilegon Robinsar dan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Sokhidin Saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)

 

KOTA CILEGON  KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Provinsi Banten, terus memperkuat upaya penanganan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong peningkatan kapasitas gorong-gorong pada ruas Jalan Tol Tangerang-Merak.

Gorong-gorong yang melintasi ruas tol tersebut dinilai menjadi bagian penting dari sistem aliran air menuju kawasan permukiman. Penyempitan aliran pada titik tertentu sebelumnya ditemukan saat Wali Kota Cilegon Robinsar melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak banjir.

Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi terjadinya genangan, khususnya di kawasan Perumahan Metro Cilegon.

Pemkot Cilegon Kirim Surat ke Pengelola Tol

Sebagai tindak lanjut hasil peninjauan, Robinsar menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon untuk mengajukan permohonan peningkatan kapasitas gorong-gorong kepada pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak.

Permohonan tersebut disampaikan melalui Surat Wali Kota Cilegon Nomor 600.1.4.1/1160/DPUPR tentang Permohonan Peningkatan Kapasitas Gorong-gorong Jalan Tol Tangerang-Merak.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, PT Marga Mandalasakti selaku pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak melalui Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak melakukan pertemuan dengan Wali Kota Cilegon di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Kamis (3/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Astra Infra memaparkan hasil kajian konsultasi hidrologi pada section Cilegon sebagai tindak lanjut atas kejadian banjir dan genangan di sejumlah lokasi.

Banjir Terjadi di 11 Titik Ruas Tol Tangerang-Merak


Construction & Maintenance Management Planning Analyst Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, Agus Budiyanto, menjelaskan kajian hidrologi dilakukan setelah terjadi banjir dan genangan pada 11 titik di Ruas Tol Tangerang-Merak.

Menurut Agus, kajian tersebut mencakup identifikasi penyebab banjir, evaluasi kapasitas sistem drainase dan cross drain, serta penyusunan usulan penanganan pada setiap lokasi.

Kajian ini dilakukan untuk menindaklanjuti kejadian banjir dan genangan pada 11 titik di Ruas Tol Tangerang-Merak. Fokus kajian meliputi identifikasi penyebab, evaluasi kapasitas sistem drainase dan cross drain, serta usulan penanganan pada masing-masing lokasi,” ujar Agus.

Kajian juga mempertimbangkan kondisi geometrik jalan, mulai dari profil memanjang (longitudinal profile) hingga potongan melintang (cross section). Data tersebut digunakan sebagai dasar analisis hidrolika dan evaluasi sistem drainase.

Selain itu, Astra Infra mengevaluasi karakteristik aliran pada bagian inlet dan outlet, termasuk potensi turbulensi yang dapat memengaruhi kehilangan energi (head loss), kapasitas aliran, serta kinerja bangunan drainase.

Kapasitas Gorong-gorong Dievaluasi

Agus mengatakan, evaluasi juga dilakukan terhadap kapasitas hidrolis gorong-gorong yang saat ini tersedia.

Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan setelah pembersihan sedimen. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kapasitas aliran setelah dilakukan pemeliharaan.

Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kapasitas aliran setelah kegiatan pemeliharaan, sehingga dapat diketahui efektivitas penanganan terhadap kapasitas gorong-gorong yang ada,” katanya.

Perbaikan Gorong-gorong Ditargetkan Mulai Oktober 2026

Operation Management Department Head Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, Emon Sukarya, menegaskan bahwa persoalan banjir tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sisi.

Menurutnya, penanganan harus mempertimbangkan kondisi wilayah hulu dan hilir agar solusi yang diterapkan tidak justru menimbulkan persoalan baru di wilayah lainnya.

Masalah banjir ini adalah masalah antara hulu dan hilir. Harapan kami, kita tidak hanya memperbaiki di wilayah kami saja, tetapi jangan sampai penanganan tersebut justru menimbulkan masalah baru di luar. Karena itu, integrasi terkait penanganan ini harus dilakukan secara komprehensif,” terang Emon.

Terkait pekerjaan fisik, Emon menyampaikan bahwa perbaikan gorong-gorong direncanakan mulai dilaksanakan pada awal Oktober 2026.

Pekerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Namun, pekerjaan akan mengalami penghentian sementara selama kurang lebih 20 hari pada periode Natal dan Tahun Baru.

Dengan kondisi tersebut, pekerjaan diperkirakan dapat diselesaikan pada akhir Januari 2027.

Robinsar Dorong Percepatan melalui BPJT

Wali Kota Cilegon Robinsar mengapresiasi respons Astra Infra yang telah melakukan kajian dan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait persoalan banjir.

Robinsar mengatakan, pembahasan bersama Astra Infra secara khusus membahas langkah mitigasi dan konstruksi untuk penanganan banjir di kawasan Metro dan Semendaran.

Alhamdulillah, hari ini kita dengan kawan-kawan dari Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak membahas mitigasi ataupun konstruksi dalam rangka penanggulangan banjir, khususnya yang ada di dua titik, pertama di wilayah Metro dan di wilayah Semendaran,” ujar Robinsar.

Menurutnya, perencanaan penanganan sudah dilakukan. Tahap berikutnya adalah mendorong proses pelaksanaan pekerjaan melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Perencanaannya sudah ada, tinggal eksekusinya yang insyaAllah sama-sama kita akan dorong ke BPJT. Semoga di awal Oktober sudah ada perbaikan, sudah mulai progres pekerjaan, dan diharapkan awal Januari 2027 konstruksi sudah selesai,” tuturnya.

Pemkot Cilegon dan Pengelola Tol Bagi Kewenangan

Robinsar menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan pembagian kewenangan yang jelas antara Pemkot Cilegon dan pengelola jalan tol.

Bagian yang menjadi kewenangan pengelola tol akan ditangani Astra Infra. Sementara persoalan yang berada dalam kewenangan Pemkot Cilegon akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Apa yang menjadi ranah tol, nanti dari Astra Infra Toll Road juga akan diselesaikan, dan apa yang menjadi ranah Pemkot, kita juga akan segera menyelesaikan,” tegasnya.

Robinsar berharap kolaborasi tersebut dapat menghasilkan solusi nyata terhadap persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama warga di kawasan Metro dan Semendaran.

Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dari Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak. Tentunya, harapannya, apa yang menjadi keluhan masyarakat, dengan langkah ini bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan persoalan banjir yang ada di Kota Cilegon,” pungkasnya.

Pemkot Cilegon memastikan koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir.

Penanganan tersebut akan diarahkan secara terpadu dengan memperhatikan keterhubungan sistem aliran air dari wilayah hulu hingga hilir.

Dengan perbaikan infrastruktur drainase dan gorong-gorong serta penguatan koordinasi antarpihak, pemerintah berharap risiko genangan dapat ditekan dan masyarakat Kota Cilegon mendapatkan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.(TIM HN)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update