< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Seribu Balita Alami Gizi Buruk

Senin, 06 Februari 2017 | Senin, Februari 06, 2017 WIB | Last Updated 2017-02-06T13:05:58Z
 
TANGERANG, (KB).-Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang fokus menangani bayi lima tahun (balita) yang mengalami gizi buruk dengan mendatangkan dokter spesialis. Hal tersebut dilakukan menyusul beredarnya kabar, bahwa seribuan balita di daerah tersebut mengalami kekurangan berat badan berdasarkan usia atau disebut menderita gizi buruk. "Kami juga menunjuk beberapa Puskesmas yang khusus melayani penderita gizi buruk," kata Kepala Seksi Gizi Dinkes Kabupaten Tangerang, Kusnadi, Kamis (2/2/2017). Ia mengatakan, pada Puskemas tersebut juga disediakan aneka makanan tambahan mengandung gizi bagi balita penderita. Masalah tersebut sehubungan petugas Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat selama 2016 terdapat sekitar 290.000 balita yang ditimbang pada Posyandu. Namun, sebanyak 1.041 balita mengalami kekurangan berat badan berdasarkan usia atau disebut menderita gizi buruk.Sedangkan, sebanyak 200 balita, di antaranya mengalami kekurangan gizi kronis dan perlu perawatan medis.Namun, penyebab gizi buruk, adalah pola makan yang salah dari orangtua, termasuk ketika ibu mengandung kurang asupan gizi. Sedangkan, balita tersebut tidak mendapatkan gizi yang baik, seperti kurang mendapatkan asupan aneka buah dan sayuran. Penderita gizi buruk mayoritas berusia kurang dari setahun dan dominan berdomisili di kawasan Pantai Utara, seperti di Kecamatan Mekar Baru, Teluknaga, Pakuhaji, Sukadiri maupun Kresek. Persoalan gizi buruk biasanya harus diketahui penyakit penyerta, sehingga perlu diobati terlebih dahulu oleh dokter. Pada saat melahirkan, ibu tidak memberikan ASI kepada anaknya, tetapi hanya memaksakan minum susu formula. Ia menambahkan, jika memang diperlukan untuk perawatan, maka pihak Puskesmas dapat memberikan rujukan ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Balaraja dan Tangerang. "Walau anggaran penangganan gizi buruk menurun pada 2017, yakni sebesar Rp 400 juta, karena sebelumnya Rp 800 juta, tapi pihaknya tetap menanggani secara maksimal," ujarnya. Sebelumnya, pihak Dinkes Pemkab Tangerang melarang promosi susu formula di lingkup rumah sakit (RS) swasta maupun milik daerah, bertujuan agar para ibu memberikan ASI kepada bayi selama enam bulan. (
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update