CILEGON, (KB).- PT Krakatau Posco (KP) menyerahkan
bantuan kemanusiaan terhadap korban tsunami Selat Sunda sebesar 100.000
dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1,4 miliar. Tidak hanya itu,
perusahaan baja patungan PT Krakatau Steel (KS) dan Pohang Iron and
Steel Company (Posco) tersebut juga menyumbangkan satu unit mobil
ambulans untuk Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon.
Penyerahan dilakukan di Ruang Rapat Wali Kota Cilegon, Kamis
(3/1/2019). Hadir pada acara tersebut, Presiden Direktur (Presdir) PT
Krakatau Posco, Kim Jhi Yong, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Cilegon,
Edi Ariadi, Ketua PMI Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis, serta sejumlah
pejabat di Lingkungan Pemkot Cilegon.
Plt Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi dalam sambutannya, menyampaikan
rasa terima kasih kepada PT KP. Menurut dia, bantuan tersebut akan
sangat dibutuhkan para korban terdampak tsunami. “Saya pun mewakili PMI
Kota Cilegon, berterima kasih atas bantuan ambulans untuk kebutuhan
operasional PMI,” katanya.
Ia berharap, keuntungan yang diraih PT KP terus mengarah pada tren
positif, sehingga berpengaruh pada bertambahnya dana corporate social
responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, untuk
membantu pembangunan di Kota Cilegon. “Jika PT KP semakin untung,
dampaknya juga baik untuk masyarakat Cilegon,” ujarnya.
Sementara itu, Presdir PT KP, Kim Jhi Yong menyampaikan duka cita
atas bencana tsunami Selat Sunda. Ia berharap, bantuan yang disalurkan
PT KP melalui Pemkot Cilegon dapat bermanfaat.
“Sebagai bagian dari masyarakat Banten, kejadian yang menimpa
saudara-saudara di pesisir pantai Banten dan Lampung ini meninggalkan
duka yang dalam. Kami berharap, bantuan kemanusiaan yang hari ini
disampaikan melalui PMI Kota Cilegon dapat membantu Banten untuk dapat
segera bangkit dan berdiri lebih kuat. Doa tulus kami untuk seluruh
korban dan keluarga semoga Tuhan menguatkan dan melindungi kita semua,”
ucapnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari BPNPB hingga Sabtu
(29/12/2018), korban tsunami Selat Sunda tercatat 431 orang meninggal
dunia, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang
mengungsi. Adapun kerugian fisik akibat tsunami, antara lain 1.527 unit
rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak
ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak,
serta beberapa kerusakan fasilitas umum.







0 comments:
Post a Comment