![]() |
| Presiden Joko Widodo |
JAKARTA-Presiden Joko Widodo atau Jokowi
meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Badan Pertanahan
Nasional segera menyelesaikan permasalahan sengketa tanah di lingkungan
masyarakat. Jokowi menyebut, dari laporan yang dikantonginya sengketa
tanah masih terjadi baik antara rakyat dengan perusahaan swasta, rakyat
dengan BUMN maupun rakyat dengan pemerintah.
Mantan Gubernur DKI Jakarta
ini mencontohkan sengketa tanah antara rakyat dengan PT Perkebunan
Nusantara yang masih terjadi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
"Saya kira ini bukan hanya di Kampar saja tapi hampir di semua
kabupaten kejadian-kejadian itu ada semuanya. Saya minta diselesaikan,
diselesaikan secepat-cepatnya, dituntaskan agar rakyat memiliki
kepastian hukum, ada rasa keadilan," tegas Jokowi dalam rapat terbatas
Percepatan Penyelesaian Masalah Pertanahan di Kantor Presiden Jakarta,
Jumat
Jokowi juga mengingatkan mengenai penggunaan konsesi lahan. Dia
menekankan BUMN maupun swasta harus memberikan konsesi lahan kepada
masyarakat yang telah lama menetap di sekitar kawasan tersebut.
Jika BUMN maupun swasta menolak menyerahkan konsesi lahan kepada
masyarakat, Jokowi meminta kementerian atau lembaga terkait segera
mengambil sikap.
"Saya sampaikan kalau yang diberi konsesi sulit-sulit cabut
konsesinya. Saya sudah perintahkan ini cabut suruh konsesinya tegas
tegas," kata dia.
Mantan Wali Kota Solo ini melanjutkan, Kementerian Agraria dan Tata
Ruang serta Badan Pertanahan Nasional harus memperhatikan implementasi
kebijakan satu peta. Program sertifikasi tanah untuk rakyat juga diminta
agar terus dilanjutkan.
"Program sertifikasi tanah untuk rakyat Pendaftaran Tanah Sistematik
Lengkap (PTSL) dari 5 juta, tujuh juta, kita harapkan di 2024 2025
sertifikat di seluruh tanah air akan selesai semuanya," ujar Jokowi.
Dalam rapat terbatas kali ini, sejumlah menteri Kabinet Kerja hadir.
Mereka di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil,
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Dalam
Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara,
Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.







0 comments:
Post a Comment