Jumat, 31 Januari 2020

KPU Mesti Selesaikan Perangkat dan Sistem “E-Rekap”



Untuk bisa menyuseskan pemilihan dengan baik dan efisien, masyarakat harus membantu proses persiapan penerapan rekapitulasi elektronik.

JAKARTA - Komisi Pemilih­an Umum (KPU) mesti segera menyelesaikan perangkat dan sistem rekapitulasi elektro­nik (e-Rekap) pada April 2020 yang sedang dipersiapkan saat ini. Target tersebut diperlukan mengingat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan diselenggarakan.
“KPU perlu melakukan pe­latihan dan persiapan hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS),” kata anggota Ko­misi II DPR, Mardani Ali Sera, di Jakarta, Kamis (30/1).
Target tersebut perlu di­persiapkan, termasuk teknologi yang teraudit dan sudah meng­alami uji publik. Semua sudah harus tuntas. Komisi II DPR belum mendapat laporan leng­kap terkait persiapan e-Rekap. Walau demikian, dia optimistis KPU dapat menyelesaikan per­siapan penarapan e-Rekap. Ma­sih ada waktu bagi KPU untuk menyiapkan semuanya.
Mardani menilai penerapan e-Rekap menjadi inovasi yang memudahkan penyelenggara pemilu dalam proses reka­pitulasi suara. Namun, yang perlu diantisipasi KPU yaitu memastikan payung hukum sebagai landasan penerapan e-Rekap sudah kokoh. Kemudian, teknologi sebagai penunjang e-Rekap sudah teraudit dan te­lah melalui uji publik. Niat baik harus diikuti sistem dan pelak­sanaan yang rapi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta berharap e-Rekap di­lakukan sebagai dampingan dari rekapitulasi manual. “Ka­lau ternyata e-Rekap dampin­gan ini bagus maka mungkin sebelum 2024 itu sudah ada progres,” ucapnya.
Belum Maksimal
Menurut Suminta, dari sisi persiapan, KPU belum mak­simal untuk menerapkan e-Rekap. Mulai dari hal teknis, KPU tidak memiliki rancang bangun yang cukup jelas di hadapan publik memgenai sis­tem e-Rekap.
“Katanya, e-Rekap menjadi proyek percontohan, padahal itu berbeda dengan rintisan. Proyek percontohan itu seper­ti sebuah riset atau uji coba. Dalam pemilu tidak boleh me­lakukan uji coba, karena pemilu tidak boleh parsial. Pemilu ha­rus diselenggarakan serentak,” katanya.
Dari sisi teknologi, sambung Suminta, KPU belum punya ka­pasitas untuk menerapkannya di Pilkada 2020. Berkaca dari Sistem Informasi Perhitung­an (Situng) dan sistem lainnya, KPU tidak mempunyai prestasi yang cukup menggembirakan.
Ia berharap e-Rekap ini cu­kup menjadi kajian dan tidak ada daerah yang dilakukan uji coba. Ia menilai upaya uji coba akan berbahaya jika dilaksana­kan. “Kita harus menghormati demokrasi di setiap daerah. Ja­ngan sampai daerah ada yang dikorbankan,” katanya.
Hal terpenting yang harus di­lakukan KPU, menurut Suminta, adalah meyakinkan publik bah­wa komisinya berintegritas. Saat ini KPU dibayangi kasus dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024 yang menyangkut Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka. Hal itu mencoreng nilai integritas yang sudah diba­ngun KPU selama ini.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR, Saan Mustofa mengatakan Komisi II DPR berharap penerapan e-Rekap di Pilkada 2020 menjadi sand­ingan data pembanding dari rekapitulasi manual. Harapan ini disampaikan karena pene­rapan e-Rekap dalam konteks Pilkada 2020 belum memiliki payung hukum.
“Jadi, karena memang be­lum diatur. Kemudian, selain data pembanding, e-Rekap yang akan diterapkan di Pilkada 2020 itu sebagai uji coba saja,” kata Saan.
Menurut Saan, KPU perlu menyiapkan sistem perangkat. Teknologi sekarang sudah ber­kembang dan dia yakin KPU bisa. Saat ini yang penting mempersiapkan uji coba e-Re­kap di Pilkada.
Saan menilai penerapan e-Rekap dapat mengefektifkan proses rekapitulasi suara yaitu prosesnya dapat lebih cepat dan efisien. Potensi kecurang­an bisa dihindari dan biaya bisa jadi lebih murah.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

IKLAN HUT BYANGKARA 2022 DPRD KOTA SERANG

IKLAN HUT BYANGKARA 2022 DPRD KOTA SERANG

Pemanasan Global 2022

Pemanasan Global 2022

Bergerak Bekerja Beramal dan Berdoa

Bergerak Bekerja Beramal dan Berdoa

iklan Idul Adha Kementrian Agama Provinsi Banten

iklan Idul Adha Kementrian Agama Provinsi Banten

Menikmati Hidup itu Bersyukur

Menikmati Hidup itu Bersyukur

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

iklan Ucapan Kementrian Dalam Negeri

iklan Ucapan Kementrian Dalam Negeri

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

TV KONTAK BANTEN

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

TV KONTAK BANTEN

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HARI KESETIAKAWANAN NASIONAL

HARI KESETIAKAWANAN NASIONAL

iklan Ucapan isra Miraj 2022

iklan Ucapan isra Miraj 2022

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

IKLAN UCAPAN HARI PERS 2022

IKLAN UCAPAN HARI PERS 2022

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support