TIGARAKSA -- Anggota DPRD Kabupaten
Tangerang asal Kresek Usman Abdul Gani angkat bicara soal carut dan
marutnya bantuan PKH dan BPNT, pria yang saat ini duduk di komisi 3 DPRD
Kabupaten Tangerang mengaku pernah mendapatkan pengaduan terkait
program PKH dan BPNT.
" Seharusnya jika semua pendamping baik PKH dan TKSK duduk bareng,
mencari solusi dan mengesampingkan persoalan pribadi mengedepankan
kepentingan umum, tentunya program yang baik ini akan berjala dengan
lancar," terang anggota DPRD Usman Abdul Gani kepada Detak Banten.com,
Minggu (26/04/2020).
Pria yang terpilih kedua kalinya sebagai legislator asal partai PKB
ini pun meminta agar semua pihak yang berkepentingan, baik pendamping,
agen e-waroeng dan supliayer bisa melakukan komunikasi dengan baik,
karena kisruh program ini adalah motivnya adalah masing-masing masih
berpikir mencari keuntungan dibalik program PKH dan BPNT ini. Selain itu
kata Usman Abdul Gani, keluhan serupa datang dari beberapa.kepala desa
karena selama ini pendamping tidak pernah berkoordinasi dengan
pemerintah desa.
" Kami sering menerima pengaduan dan keluhan dari warga terkait
masih adanya oknum pendamping baik PKH maupu TKSK yang nakal dengan
bermain mata dengan pihak ketiga yakni agen e waroeng dan
suplayer,"terang Usman Abdul Gani.
Rencananya sambung Usman Abdul Gani, dia akan berkoordinasi dengan
ketua DPRD Kabupaten Tangerang untuk menindaklanjuti pengaduan warga,
namun karena saat ini situasinya tidak memungkinkan karena wabah pandemi
Covid - 19, kemungkinan setelah idul fitri itupun jika wabah pandemi
Covid -19 berakhir.
" Program PKH dan BPNT merupakan program yang baik dari pemerintah
pusat, semestinya program ini harus didukung, pendamping PKH dan BPNT
sudah diberikan honor setiap bulannya, seharusnya bekerja dengan baik
dan penuh rasa tanggung jawab," tandasnya.







0 comments:
Post a Comment