< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Ratusan Orang Berjalan Kaki Tinggalkan RS Al-Shifa Gaza, 120 Pasien Terlantar

Minggu, 19 November 2023 | Minggu, November 19, 2023 WIB | Last Updated 2023-11-19T03:34:39Z

 

 

GAZA ( KB)  Ratusan orang dievakuasi secara berjalan kaki dari Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza pada Sabtu (18/11/2023), seperti yang dilaporkan oleh jurnalis dari Kantor Berita AFP yang berada di lokasi.

Evakuasi tersebut dilakukan setelah Direktur RS Al-Shifa mengumumkan bahwa Militer Israel  telah memerintahkan pengosongan rumah sakit tersebut.

Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh Hamas , melalui pernyataannya, menyampaikan bahwa ada 120 orang yang terluka yang masih berada di fasilitas tersebut, termasuk bayi prematur yang jumlahnya tidak disebutkan.

 Kementerian juga menginformasikan bahwa mereka telah menghubungi Palang Merah mengenai keberadaan bayi-bayi tersebut.

Meskipun evakuasi dilakukan, beberapa staf medis tetap tinggal di rumah sakit untuk merawat mereka yang tidak dapat dievakuasi. Jurnalis AFP melaporkan bahwa barisan orang-orang sakit, terluka, termasuk yang mengalami amputasi, para pengungsi, dokter, dan perawat, telah memulai perjalanan mereka dengan berjalan kaki dari RS Al-Shifa menuju pinggir laut.

Pasukan Israel meminta mereka untuk meninggalkan lokasi dalam waktu satu jam. Pemberitahuan ini disampaikan melalui pengeras suara pada hari Sabtu (18/11/2023), menurut laporan seorang jurnalis AFP yang berada di lokasi kejadian.

Mohammed Abu Salmiya, direktur rumah sakit, mengkonfirmasi kepada AFP bahwa pasukan Israel memerintahkan dia untuk memastikan evakuasi pasien, termasuk yang terluka, pengungsi, dan staf medis. Mereka diinstruksikan untuk berjalan kaki menuju pinggir laut.

Pasukan Israel meminta mereka untuk meninggalkan lokasi dalam waktu satu jam. Pemberitahuan ini disampaikan melalui pengeras suara pada hari Sabtu (18/11/2023), menurut laporan seorang jurnalis AFP yang berada di lokasi kejadian.

Mohammed Abu Salmiya, direktur rumah sakit, mengkonfirmasi kepada AFP bahwa pasukan Israel memerintahkan dia untuk memastikan evakuasi pasien, termasuk yang terluka, pengungsi, dan staf medis. Mereka diinstruksikan untuk berjalan kaki menuju pinggir laut.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Hamas di Gaza  melaporkan bahwa 24 pasien di Rumah Sakit Al-Shifa meninggal dalam 48 jam terakhir akibat pemadaman listrik. 

Sementara itu, pasukan Israel terus melakukan penggeledahan di rumah sakit tersebut dalam upaya mencari tempat persembunyian Hamas.

"Dua puluh empat pasien... telah meninggal dalam 48 jam terakhir" di rumah sakit Al-Shifa "karena peralatan medis penting berhenti berfungsi karena pemadaman listrik", kata juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra.

Kematian tersebut disampaikan kementerian pada Jumat (17/11/2023) waktu setempat, seperti diberitakan Al Arabiya dan AFP, Jumat (18/11/2023).

Ini terjadi tak lama setelah Israel menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk mengizinkan dua truk bahan bakar masuk ke Gaza setiap hari.

Sebelumnya PBB telah mengingatkan bahwa kekurangan bahan bakar telah menghentikan pengiriman bantuan dan membuat orang berisiko kelaparan.

Sementara itu, militer Israel membantah telah memerintahkan evakuasi.

"Tentara "menyetujui permintaan direktur Rumah Sakit Shifa untuk mengizinkan warga Gaza lainnya yang berada di rumah sakit, dan ingin mengungsi, untuk melakukannya," ungkap Militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memproyeksikan bahwa sekitar 2.300 pasien, staf, dan warga Palestine  menjadi pengungsi yang mencari perlindungan di RS Al-Shifa sebelum pasukan Israel melakukan gerakan pada Rabu (15/11/2023).

Israel mengklaim bahwa Hamas melancarkan serangan dari tempat persembunyian di bawah kompleks kesehatan yang luas itu, sehingga pasukan Israel melakukan penyisiran gedung-gedung untuk mencari bukti yang mendukung klaim mereka. 

Sebaliknya, Hamas secara konsisten membantah menggunakan rumah sakit sebagai pangkalan bagi para pejuangnya.

Pejabat kesehatan Hamas melaporkan bahwa puluhan pasien di RS Al-Shifa meninggal karena pemadaman listrik yang disebabkan oleh kekurangan bahan bakar akibat pertempuran sengit di Gaza utara.

[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update