< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Melempemnya Pembasmian Judi Online, PKS: Malu Kita sebagai Negara...

Sabtu, 22 Juni 2024 | Sabtu, Juni 22, 2024 WIB | Last Updated 2024-06-22T03:14:24Z

 


 JAKARTA ( KONTAK BANTEN) Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini, menolak keras wacana pemberian bantuan sosial (bansos) kepada pelaku judi online. Ia menegaskan bahwa bansos seharusnya hanya diperuntukkan bagi rakyat miskin yang benar-benar membutuhkan, bukan untuk mereka yang miskin akibat perilaku judi online.“Wacana ini tidak tepat. Tidak ada namanya korban judi online. Yang ada adalah pelaku judi online yang kemudian bangkrut hingga terlilit utang. Justru pelaku ini harus diberi efek jera, agar jangan sekali-kali terlibat judi online,” kata Jazuli dalam keterangannya pada Kamis (20/06/2024).

Jazuli menilai bahwa pemerintah seolah memberikan angin segar bagi para pelaku judi online dengan wacana tersebut. Menurutnya, hal ini justru bisa memotivasi lebih banyak orang untuk terjerumus dalam praktik judi online dengan harapan mendapatkan bantuan saat mengalami kerugian.

"Pemerintah jangan seolah malah memberi angin segar bagi para pelaku judi online. Nanti kalau terpuruk karena judi malah dapat bansos. Sebaliknya, pemerintah harus memberi pesan kuat untuk memberantas judi online karena ini adalah sumber kehancuran masyarakat bahkan negara," tegas Jazuli.

Jazuli menekankan bahwa judi, termasuk judi online, bisa memicu kerusakan moral, kemiskinan, dan tindak kejahatan. Ia mengingatkan bahwa semua agama mengharamkan judi dan undang-undang di Indonesia secara tegas melarang praktik tersebut dalam bentuk apapun.

“Tidak ada satupun agama yang membolehkan judi. Undang-undang kita pun secara tegas melarang judi dalam bentuk apapun termasuk judi online,” tambahnya.

Ia meminta pemerintah untuk bekerja keras menghentikan praktik judi online dengan memblokir semua aplikasi terkait dan menegakkan hukum secara tegas.

“Malu kita sebagai negara dengan jumlah pelaku judi online terbesar di dunia disusul Kamboja, Filipina, dan Myanmar,” ujarnya.Dengan sikap tegasnya, Jazuli berharap pemerintah akan mempertimbangkan kembali wacana tersebut dan fokus pada langkah-langkah pemberantasan judi online yang lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update