Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah mengatakan, ada beberapa
hal yang menjadi perhatian utama terhadap para pemuda di Indonesia,
khususnya di Provinsi Banten. Seperti, kata dia, rendahnya peningkatan
Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).
“Kenaikan IPP di Banten hanya satu persen lebih, dari 53,33 menjadi 54,83 memang naik, tetapi melambat. Nah inilah yang harus kita dorong agar kenaikan IPP naik tajam, khususnya di Banten dan disemua wilayah Indonesia,” katanya, Rabu (4/2/2026).
Dia juga menyoroti kerentanan para pemuda terhadap pergaulan bebas akibat sulitnya mencari pekerjaan. Hal seperti itu, kata dia, menjadi perhatian serius Komisi X DPR RI sebagai upaya menyelematkan generasi muda dari keterpurukan.
Tindakan itu, lanjutnya, harus dilakukan, karena tidak sedikit generasi muda yang terjebak dalam pergaulan tidak baik karena kesulitan secara ekonomi. Hal itu, akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat, disamping perhatian dari Pemprov Banten.
“Narkoba menjadi tantangan uang besar, karena sasarannya generasi muda. Karena tingkat pengangguran sangat tinggi, banyak mencari jalan pintas untuk mencari uang, misalnya menjadi agen narkoba atau pengedar narkoba,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, keterbatasan mendapatkan akses informasi yang akurat menjadi penyebab lain kerentanan para pemuda. Oleh karena, tidak sedikit generasi muda yang menjadi korban akibat keterbatasan informasi.
“Banyak juga pemuda kita karena kurangnya pengetahuan, terjebak scam dan penipuan, judi online, tertipu bekerja di luar negeri malah mereka menjadi korban penjualan manusia,” ujarnya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukan Komisi X DPR RI menjadi salah satu ajang menyampaikan informasi terkait perkembangan pemuda di Banten.
Melalui forum itu, diharapkan agar para pemuda di Banten bisa mendapatkan tambahan perhatian dari DPR RI dan Pemerintah Pusat, disamping perhatian yang diberikan oleh Pemprov Banten melalui berbagai kebijakan yang ada.







0 comments:
Post a Comment