TANGERANG KONTAK BANTEN Semangat bertani di kalangan generasi muda mulai tumbuh di Kabupaten Tangerang. Sejumlah pemuda-pemudi Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, yang tergabung dalam Taruna Tani Milenial Al Prakarsa, memanfaatkan lahan tidur seluas dua hektare menjadi lahan pertanian produktif.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberi contoh bahwa sektor pertanian masih memiliki masa depan cerah bagi generasi muda. Di atas lahan yang sebelumnya terbengkalai itu, para petani milenial mulai menanam cabai rawit, timun lalap, terong, dan timun suri, Minggu (4/1/2026).
Ketua Taruna Tani Milenial Al Prakarsa, Satria Agus, mengatakan kelompok yang dipimpinnya saat ini beranggotakan 44 orang. Sekitar 80 persen di antaranya merupakan pemuda-pemudi atau kaum milenial Kabupaten Tangerang.
Menurut Satria, terbentuknya kelompok tani milenial ini berawal dari keprihatinannya melihat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang selama ini identik dengan kalangan usia lanjut. Sementara itu, generasi muda dinilai cenderung enggan terjun ke sektor tersebut dan lebih memilih bekerja di kantor maupun pabrik.
Ia menjelaskan, Taruna Tani Milenial Al Prakarsa telah terdaftar secara legal di Kementerian Pertanian RI melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) sejak 30 November 2025. Saat ini, kelompoknya fokus menggarap lahan tidur seluas dua hektare yang ditanami berbagai komoditas hortikultura.
“Sekarang masih dalam proses penanaman bibit. Mudah-mudahan hasilnya bisa segera terlihat dan dapat dipanen,” ujarnya.
Satria optimistis luas lahan garapan akan terus bertambah. Pasalnya, sejumlah warga sekitar yang memiliki lahan luas namun tidak produktif mulai menawarkan lahannya untuk digarap oleh kelompok tani milenial tersebut.
“Kemungkinan lahan akan terus bertambah. Masyarakat yang punya lahan luas meminta kami mengelolanya. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan,” ucapnya.
Meski demikian, Satria mengakui hingga kini pihaknya masih bergerak secara mandiri, baik dalam pengadaan pupuk maupun bibit. Ia berharap adanya dukungan dari Pemkab Tangerang agar program ketahanan pangan yang mereka jalankan dapat berkembang lebih optimal.Sejauh ini kami masih mandiri, belum ada dukungan dari stakeholder lain. Kami hanya mendapat dukungan moril dari penyuluh pertanian,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, anggota Taruna Tani Milenial Al Prakarsa, Nasrul, menambahkan bahwa kehadiran kelompok tani milenial ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan di tengah naiknya harga komoditas, tetapi juga mengubah pola pikir generasi muda.






































