SERANG KONTAK BANTEN Pemerintah Provinsi Banten mengancam mencoret sekolah swasta mitra Program Sekolah Gratis (PSG) yang masih memungut biaya dari siswa. Langkah ini diklaim untuk memastikan program pendidikan gratis berjalan sesuai komitmen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pemprov Banten, Jamaluddin mengatakan Program Sekolah Gratis dalam Program Banten Cerdas akan berlanjut untuk angkatan kedua pada tahun ajaran 2026–2027. Untuk menopang program tersebut Dindikbud bahkan dapat porsi anggaran terbesar yakni sebesar Rp3,4 triliun.
Namun, kelanjutan kerja sama dengan sekolah mitra bergantung pada kepatuhan terhadap aturan tanpa pungutan.
“Kalau masih ada sekolah atau yayasan yang memungut biaya, itu akan kita
hentikan. MoU-nya tidak kita lanjutkan,” kata Jamaluddin, Kamis
(8/1/2026).
Saat ini, Dindikbud Banten masih mengevaluasi pelaksanaan program pada angkatan pertama. Evaluasi difokuskan pada kesesuaian pelaksanaan di lapangan dengan perjanjian kerja sama, terutama larangan pungutan dalam bentuk apa pun.
Menurut Jamaluddin, ketegasan diperlukan agar Program Sekolah Gratis tidak disalahgunakan dan tetap berorientasi pada tujuan awal pemerataan akses pendidikan menengah.
“Program ini jangan sampai disalahgunakan. Sekolah gratis ya harus benar-benar gratis,” ujarnya.
Sebagai organisasi perangkat daerah dengan anggaran terbesar di Pemprov Banten, Dindikbud diarahkan memaksimalkan anggaran untuk menekan angka putus sekolah di jenjang SMA, SMK, dan sekolah khusus.
“Target kita jelas, tidak boleh ada anak di Banten yang tidak sekolah,” kata Jamaluddin.
Pemprov Banten belum berencana menambah mitra sekolah swasta dalam waktu dekat. Namun, terdapat arahan gubernur agar Program Sekolah Gratis juga menjangkau Madrasah Aliyah di bawah Kementerian Agama.
“Itu masih kita kaji dan evaluasi. Mudah-mudahan bisa segera dieksekusi,” ujarnya.
Soal anggaran, Jamaluddin menyebutkan besaran dana Program Sekolah Gratis tahun ini masih dihitung. Tahun lalu, anggaran mencapai Rp104 miliar dan berpeluang disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.
“Bisa saja lebih rendah, tergantung hasil evaluasi. Jangan sampai sekolah yang masih menarik biaya justru tetap menerima anggaran,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Program Banten Cerdas menjadi instrumen utama mengatasi anak putus sekolah. Menurutnya, pendidikan gratis merupakan komitmen pemerintah daerah.
“Kita menyelenggarakan pendidikan sekolah gratis sebagai upaya memberikan hak dan kesempatan yang sama bagi seluruh anak-anak di Banten untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” kata Andra.
Ia memastikan program pendidikan dijalankan secara adil, transparan, dan berpihak pada masyarakat.
“Tentu kita akan pastikan bahwa program ini tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat-masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.


































