KOTA SERANG KONTAK BANTEN Hujan yang beberapa hari turun, dengan intensitas tinggi,
menyebabkan sebagian besar wilayah di Provinsi Banten mengalami banjir.
Berdasarkan catatan, ada sekitar 17 titik banjir yang merendam ratusan rumah dan ribuan masyarakat mengungsi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten, Asep Mulya
Hidayat mengatakan, berdasarkan hasil asesmen personal BPBD
Kabupaten/Kota di lapangan, setidaknya ada sekitar 343 rumah yang
terendam, 970 warga yang mengungsi dari 319 KK.
Jumlah itu, berasal dari banjir yang terjadi di Kabupaten Lebak, Kota
Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Sedangkan untuk banjir di
Kabupaten Pandeglang dan Tangerang Raya masih dalam proses asesmen,”
katanya, Senin (12/1/2026).
Di Kota Serang, banjir terjadi hampir merata di seluruh Kecamatan,
seperti Kecamatan Curug yang terjadi di Kelurahan Cipete setinggi 106 cm
dan merendam 5 pemukiman warga, sementara di Kelurahan Tinggar banjir
merendam jalan dan jembatan yang membuat akses transportasi terganggu.
Kemudian di Cipocok Jaya, banjir terjadi di perumahan Citra Gading.
Sebanyak 60 rumah warga terendam dan 160 jiwa terdampak. Sedangkan di
Lingkungan Lebak dan Ciwaru banjir juga terjadi dengan intensitas cukup
rendah. Terakhir banjir terjadi di Kompleks Grand Sutera di Kelurahan
Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya.
Di Kecamatan Kasemen banjir melanda dua kelurahan, kelurahan Kasemen
dan Warung Jaud. Di Kecamatan Taktakan banjir terjadi di Kelurahan
Lialang yang menyebabkan pohon tumbang dan di Kelurahan Sepang.
Selanjutnya, di Kecamatan Serang terjadi di Perum Green Beringin
Residen berupa pohon tumbang, dan terakhir di Kecamatan Walantaka di
Kelurahan Pager Agung yang melanda 4 KK.
“Di Kabupaten Serang banjir terjadi di lima Kecamatan, Padarincang, CInangka, Gunung Sari, Pabuaran dan Baros,” ujarnya.
Di Padarincang banjir terjadi di Desa Citasuk yang merendam 120 rumah
dengan ketinggian banjir mencapai 35 cm dan merendam sejumlah akses
jalan.
Lalu di Cinangka, banjir terjadi di Desa Rancasanggal yang merendam
62 rumah. Di Kecamatan Gunung Sari banjir terjadi di Desa Ciherang. Di
Kecamatan Pabuaran terjadi di Desa Kadubereum.
“Terakhir di Baros itu terjadi di Desa Baros yang merendam 31 rumah
dengan ketinggain banjir mencapai 30 cm. sementara di Kota Cilegon
banjir terjadi di Kecamatan Cibeber,” tandasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, hujan
ekstrem menyebabkan sejumlah sungai tidak mampu menampung debit air yang
begitu besar sehingga meluap ke pemukiman warga dan sejumlah fasilitas
umum lainnya.
“Dilihat dari luasan dan lamanya genangan, Kompleks Grand Sutera menjadi wilayah paling terdampak,” ujar Diat.
BPBD Kota Serang menurunkan sekitar 25 hingga 30 personel ke lokasi
banjir dengan dukungan tiga unit perahu karet serta kendaraan
operasional. Petugas disiagakan untuk membantu evakuasi warga dan
memantau perkembangan kondisi air.
Diat mengimbau warga yang rumahnya telah terendam air untuk segera
mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko keselamatan.
“Jika air sudah masuk ke rumah, sebaiknya mengungsi ke lokasi yang
lebih tinggi seperti masjid atau gedung pemerintahan,” tukasnya.
BPBD bersama dinas terkait, hingga kini terus memantau kondisi
pengungsi serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk
pangan dan layanan kesehatan, dapat terpenuhi, sembari menunggu air
surut sepenuhnya.
Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, dalam penanganan
darurat, Pemkot Serang memprioritaskan keselamatan warga dengan
menyiagakan perahu karet untuk membantu evakuasi.
Selain itu, bantuan makanan siap saji dan layanan kesehatan disalurkan kepada warga terdampak melalui dinas terkait.
“Kami pastikan, warga yang terdampak mendapatkan bantuan pangan dan pelayanan kesehatan,” tegasnya.