< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Guru Honorer Kurang Diperhatikan

Rabu, 25 Januari 2017 | Rabu, Januari 25, 2017 WIB | Last Updated 2017-01-25T05:47:50Z
CILEGON, (KB).-Guru honor di Kota Cilegon dikabarkan belum pernah mendapatkan pelatihan atau pembinaan dalam mengimplementasikan program Kurikulum 2013 (K13). Ketua Umum Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Honorer (FKGTH) Kota Cilegon, Supardi Gopar membenarkan hal tersebut. Menurut dia, guru honorer di daerah setempat kurang diperhatikan. Dia menuturkan, Pemkot Cilegon pernah menggelar pelatihan kepada para guru se-Kota Cilegon beberapa waktu lalu di sebuah hotel Anyer, namun hanya diperuntukkan para guru yang sudah berstatus ASN (aparatur sipil negara). Sementara, tenaga honorer tidak ada satupun yang diundang. "Tidak ada sama sekali dan tidak pernah diajak, bahkan sampai saat ini belum ada yang pernah dikasih tahu atau diajak agar kompetensi guru honer bisa terus ditingkatkan. Guru honor seolah dianaktirikan," katanya, kepada , Senin (23/1/2016).Padahal, ujar dia, tenaga guru honorer jelas-jelas terlibat di dalam upaya untuk memajukan mutu pendidikan Kota Cilegon. Pihaknya pernah melakukan aksi di Kantor Dinas Pendikan (Disdik) Kota Cilegon dan Kantor Wali Kota untuk mempertanyakan perihal nasib mereka yang tidak kunjung ada kejelasan. Dia mengatakan, program yang saat ini sedang digadang-gadang oleh pemerintah terkesan tidak memerhatikan kesejahteraan dan kesehatan para guru honor. Hal tersebut terlihat dari penghasilan yang didapat oleh guru honor yang tidak lebih dari Rp 300.000 untuk setiap bulannya, meski kebutuhan ekonomi terus meningkat. "Beban kewajiban terus di tambah. Namun, kesemua itu tida didukung dengan peningkatan tarap kelayakan pengajar honor. Parahnya, informasi terakhir yang kami peroleh, upaya untuk menaikan gaji honor baru akan diwacanakan pada 2018 nanti," ucapnya.Sementara itu, Kepala Disdik Kota Cilegon, Muhtar Gojali mengatakan, untuk dilakukan pemerataan mutu pendidik secara serempak memerlukan biaya yang tidak sedikit. Menurut dia, mekanisme penularan ilmu dari guru satu ke guru lainnya merupakan langkah efektif yang saat ini diambil oleh Pemkot Cilegon, melihat ketersediaan anggaran yang ada. Terpisah, Sekertaris PGRI Kota Cilegon, Bahrudin menuturkan, ke depan pihaknya bersama pihak terkait akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah untuk melakukan penilaian dan evaluasi kepada para guru pendidik dalam melaksanakan program K13. Menurut dia, jika di kemudian hari nanti ditemukaln guru yang kesulitan dalam menerapkan program K13, pihaknya akan terus medorong agar dapat lebih dikuatkan lagi.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update