< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Rano Apresiasi Peran Ulama dan Guru Ngaji

Sabtu, 21 Januari 2017 | Sabtu, Januari 21, 2017 WIB | Last Updated 2017-01-21T05:05:22Z
 
TANGERANG, (KB).-Calon Gubernur (Cagub) Banten nomor urut 2 Rano Karno memberikan apresiasi kepada kalangan ulama dan guru ngaji yang telah mendarmakan hidupnya untuk membangun keadaban dan peradaban Islam. "Ulama adalah lentera. Mereka adalah para pewaris risalah yang menuntun dan memberikan penerangan kepada umat agar perjalanan hidup tidak tersesat. Ulama mengajarkan kepada kita bagaimana membedakan perihal-perihal baik dari perkara-perkara yang mengundang datangnya dosa," kata Rano dalam kunjungan ke pimpinan majelis taklim di Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Oleh karena itu, Rano kembali menegaskan komitmennya untuk memberi perhatian yang tinggi pada kesejahteraan guru-guru mengaji dan para pendidik yang tersebar di berbagai pesantren. Tradisi salafiyah yang merupakan corak khas pesantren di Banten disebut Rano sebagai mutiara yang telah memberi kontribusi besar atas terbentuknya wajah keislaman Banten yang ramah dan toleran. Ia juga mengajak seluruh warga yang hadir untuk berlomba-lomba mendulang ilmu dan mengikuti jejak Syekh Nawawi al Bantani yang masyhur sebagai ulama terkemuka.Rano Karno terlihat haru saat tak sedikit tokoh dan pemuka agama dengan tulus menyampaikan dukungan. Di hadapan sesepuh, ulama, dan guru mengaji yang hadir Rano bercerita soal pengalaman spiritualnya saat tinggal beberapa bulan lamanya di Kota Suci Mekkah al Mukaramah untuk mengkaji Alquran. Berbekal pengetahuan yang didapatnya selama tinggal di kota kelahiran Nabi Muhammad itu, Rano terbilang aktif mengajarkan kembali ilmu yang telah didapat. Pendopo sederhana yang berdiri tegak di seberang rumah pribadinya menjadi saksi bisu ketika Rano aktif mengajarkan sejumlah muridnya membaca Alquran. Kesibukan yang tinggi saat duduk sebagai kepala daerah membuat Rano saat ini harus berbagi waktu mengatur dan menata jadwal mengajar. Akan tetapi, meskipun kesibukannya terbilang sangat tinggi, Rano mengaku saat ada di rumah selalu mewajibkan seluruh anggota keluarganya senantiasa salat berjamaah hingga membaca dan mendalami Alquran bersama-sama.Seusai pertemuan, Rano membuka dialog bersama sejumlah wartawan yang hadir. Rano kembali menjelaskan ikhtiar kerasnya mengkaji Islam selama ini terinspirasi dari sikap ayahnya yang tegas bersikap dalam membela Islam. Sukarno M Noor, ayah Rano, meskipun tidak datang dari keluarga pemuka agama telah memilih aktif dalam Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia), sebuah organisasi kesenian yang dinaungi Nahdlatul Ulama. Keberpihakan Sukarno M Noor terhadap Islam ditunjukkan dengan terang benderang saat keyakinannya merasa ada yang mengganggu. Sukarno M Noor memandang penting untuk menempatkan Islam sebagai pijakan dasar dalam berkesenian. Akan tetapi hal itu tak membuat Sukarno M Noor mengambil sikap menutup diri dalam pergaulan ataupun mengembangkan sikap permusuhan. Terhadap mereka yang berbeda, Sukarno M Noor tetap bergaul dan merawat pertemanan bahkan dengan yang tak sepaham sekalipun. Belajar dari sang ayah, Rano Karno kini melanjutkan ikhtiar dan cita-cita sang ayah. "Menjadi seorang muslim jangan setengah-setengah. Kita harus terbiasa menabur rahmat, bukan mengumandangkan permusuhan pada mereka yang tak sama. Saya seorang muslim, bangga menjadi seorang muslim. Kita semua adalah makhluk yang ber-Tuhan--mengakui keberadaan dan kehadiran Tuhan dalam hidup kita," ucap Rano. (
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update