< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Tidak Ada Tempat bagi yang Anti-Tuhan di PDIP

Senin, 23 Januari 2017 | Senin, Januari 23, 2017 WIB | Last Updated 2017-01-23T12:42:41Z

SERANG, (KB).-Di sela-sela kesibukannya sebagai Ketua Tim Pemenangan Internal PDI Perjuangan untuk pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur (Cagub dan Cawagub) Banten nomor urut 2 Rano-Embay, Mayjen TNI (Pur) Tubagus Hasanudin selalu menyempatkan waktu untuk beranjangsana mengunjungi sejumlah kiai dan ulama yang ada di Banten. Tb-sapaan akrab Tubagus Hasanudin-juga acap menziarahi makam para tokoh panutan untuk mengambil pelajaran dari kehidupan dan pengabdian para pendahulu. Sayangnya, Tb. Hasanudin memilih irit bicara soal kunjungan itu dengan alasan menghindari riya. TB memang diketahui kerap melakukan kunjungan itu diam-diam. Diakui Tubagus Hasanudin, sejak kecil dia tumbuh dan berkembang dalam kultur religius yang kuat. Hal inilah yang membentuk kepribadiannya hari ini yang selalu menempatkan kiai dan ulama sebagai sosok sentral yang harus selalu dihormati."Sulit bagi saya meninggalkan segala yang pernah ditanamkan sejak kecil dalam hidup saya. Ulama dan kiai menjadi sangat penting hadir di tengah-tengah kita sebagai sumber pengetahuan. Jangan lupa, salah satu musibah besar bagi umat Islam itu adalah wafatnya seorang ulama," ujar Tb. Hasanudin. Ia yang kini aktif sebagai fungsionaris PDI Perjuangan juga dipercaya sebagai Ketua Tim Pemenangan Internal PDI Perjuangan untuk pemenangan pasangan Rano-Embay di Pilkada 2017. Ia bergabung ke PDI Perjuangan karena terinspirasi oleh semangat juang Bung Karno. "Bung Karno adalah seorang religius yang mengawali pengendapan gagasan-gagasan besarnya sebagai seorang muslim. Islam adalah inspirasi utama bagi Bung Karno. Itu pula yang membuat saya bergabung bersama PDI Perjuangan. Tidak ada tempat bagi mereka yang anti Tuhan dan anti Agama di PDI Perjuangan," ucap Tb. Hasanudin.

Akhlaqul karimah
Sementara itu, masih di kesempatan yang sama saat dikonfirmasi soal pernyataan Wahidin Halim yang menyebut adanya ancaman kebangkitan PKI dalam Pilkada Banten, Tb. Hasanudin menolak berkomentar. Ia hanya berujar, ”Calon pemimpin itu otaknya tak boleh dangkal. Calon pemimpin itu emosinya tidak boleh labil. Calon pemimpin itu pikirannya harus waras. Calon pemimpin tak semestinya gemar berbohong." Tb tak menjelaskan lebih lanjut kepada siapa pernyataan itu ditujukan. Ia hanya menekankan seorang calon pemimpin yang gemar menyebar hoax atau kabar palsu tak ubahnya dengan penabur fitnah. Tb. Hasanudin yang sejak lama dikenal sebagai jenderal antikomunis kemudian mengingatkan kembali TAP MPRS RI dan peraturan perundangan yang melarang penyebaran ajaran komunis di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila. Karena itu, ia berpendapat mereka yang menyebarkan paham komunis bisa dipidanakan.Namun Tb juga mengajak semua pihak belajar dari era tahun 70-an. Pada masa itu isu kebangkitan komunis justru muncul dan sengaja disuarakan oleh penganut komunis sendiri untuk melakukan semacam uji penerimaan di tengah masyarakat. "Yang bilang komunis mau bangkit lagi biasanya justru dilontarkan oleh mereka yang diam-diam berpaham komunis dan gemar menghalalkan segala cara untuk merebut kekuasaan," tuturnya. Tb. Hasanudin kembali berpesan dan mengingatkan bahwa akhlaqul karimah mestinya tidak berhenti sebagai jargon semata. Akhlaqul karimah sepatutnya tercermin dalam sikap, pikiran, perilaku, dan kata-kata. "Rakyat Banten sudah pada pintar. Jangan sebut rakyat Banten bodoh. Itu arogan namanya dan menyakiti hati rakyat," tutur Tb. Hasanudin.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update