< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

WH-Andika: Beasiswa Perempuan Hingga Kuliah

Wednesday, 4 January 2017 | Wednesday, January 04, 2017 WIB | Last Updated 2017-01-04T09:48:58Z
SERANG - Rencana calon gubernur dan calon wakil gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) menggratiskan biaya kesehatan gratis ternyata masih ada yang meragukan. Namun WH masih optimistis program tersebut bisa dilaksanakan jika dirinya dan Andika diberi amanah memimpin Banten.Menurut WH, dari sekitar 10 juta jiwa penduduk Banten, yang memerlukan pelayanan kesehatan sekitar 20 persen atau sekitar 2 juta jiwa. Dari 2 juta jiwa pun tidak setiap hari rakyat sakit. “Misalnya, penduduk Kabupaten Lebak dan Pandeglang, saya kira penyakit tidak seperti orang kota. Kalaupun mereka sakit, jauh dari penyakit jantung atau kanker. Paling kalaupun, sakit ringan seperti batuk atau demam atau sakit kulit. Saya sudah hitung  dalam satu tahun anggaran dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan gratis sebesar Rp500 miliar sampai Rp800 miliar,” kata WH kepada wartawan, kemarin.Meskipun begitu, kata WH, kalaupun hanya sakit demam tapi ketika akan berobat mendapat kesulitan, penyakit akan meningkat. Sebaliknya, ketika datang ke rumah sakit atau puskesmas lantas mendapat pelayan yang baik, tidak bayar pula tentu akan senang dan penyakit akan hilang.“Secara psikologis, rakyat ketika sakit mendapat pelayanan yang baik dan gratis akan cepat sembuh. Sebaliknya, bila tidak mendapat pelayanan yang baik dan dipaksa bayar, tentu akan bertambah sakitnya,” ujar WH sambil terseyum.  Menurut WH, memberikan layanan biaya kesehatan secara cuma-cuma harus menjadi tekad seorang  calon kepala daerah dan setelah menjadi kepala daerah. "Negara harus hadir setiap kali rakyat mengalami kesulitan termasuk saat sedang sakit,” ujarnya.Kata WH, program pemberian layanan kesehatan gratis kepada rakyat Banten dimasukkan dalam visi dan misi sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur bersama Andika Hazrumy. Bahkan dalam debat terbuka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2017 yang disiarkan Metro TV  pada Selasa (27/12/2016) malam, hal itu diulangi kembali agar seluruh rakyat Indonesia yang menonton acara tersebut tau, terutama rakyat Banten.Wahidin menjelaskan semua kepala daerah bisa melakukan hal tersebut. Namun, hal itu bisa dilakukan bila ada “politik will” yakni kemauan baik dari seorang kepala daerah dalam hal ini Gubernur Banten. “Program seperti ini sudah saya terapkan ketika menjadi Walikota Tangerang dan bisa," ujarnya.Dalam melaksanakan program ini, juga akan dilakukan memorandum of understanding (MoU) atau kerja sama dengan rumah sakit dan stakeholder terkait lain. “Saya punya kajian khusus soal pelayanan gratis ini. Saya yakin mampu mewujudkan. Sebab menurut kami, pelayanan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur harus jadi prioritas Pemerintah Provinsi Banten,” ujarnya.Sementara calon wakil gubernur Banten Andika Hazrumy mengaku selama masa kampanye terbuka, terus mengunjungi masyarakat hingga pelosok. Dalam momen silaturahmi dengan warga tersebut, Andika menemukan banyak warga yang sulit mengakses pelayanan kesehatan. “Ke depan, kami akan dekatkan pelayanan kesehatan. Kami akan membantu pemerintah kabupaten/kota untuk memperbanyak puskesmas hingga ke pelosok,” ujarnya.Bagaimana dengan tenaga kesehatan yang masih terbatas? Menurut Andika, ke depan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus mampu memberikan beasiswa khusus tenaga kesehatan. “Tenaga kesehatan yang sudah menerima beasiswa ini, setelah lulus kita berikan tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas,” ujarnya.Selain itu, kata Andika, kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas juga harus ditingkatkan. Puskesmas yang selama ini berstatus rawat jalan, harus ditingkatkan menjadi rawat inap. “Banyak masyarakat yang harus dirujuk ke rumah sakit karena Puskesmas belum berstatus rawat inap. Sementara jarah tempuh dari puskesmas ke rumah sakit sangat jauh. Ke depan, kita perbanyak Puskesmas rawat inap untuk mendekatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.Andika yakin program pelayanan kesehatan ini mampu diwujudkan dengan sinergisitas antara Pemprov Banten dengan pemerintah kabupaten dan kota. Apalagi secara hirarki politik, kata Andika, pasangan WH-Andika punya kedekatan dengan seluruh bupati dan  walikota. “Sinergi yang baik antara pemerintahan akan mampu mewujudkan pelayanan dasar yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update