< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

WH Turun ke Sawah, Andika Gagas Taman Kreatif

Rabu, 25 Januari 2017 | Rabu, Januari 25, 2017 WIB | Last Updated 2017-01-25T00:53:10Z
 
SERANG, (KB).-Calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) melakukan kampanye di tempat berbeda untuk menyerap aspirasi. Kemarin, WH mengunjungi Desa Mekar Sari, Kabupaten Tangerang. Sedangkan Andika mengunjungi Rumah Kreatif di Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Saat kampanye, WH mendapatkan keluhan warga soal kurangnya pasokan air untuk area pertanian. Keluhan tersebut langsung diterima WH yang berhenti di tengah perjalanan saat hendak menuju Kampung Waliwis, Mekar Sari, Senin (23/1/2017). WH turun ke sawah melihat hamparan luas area pertanian dan berbincang dengan petani yang hendak bibit padi. "Bapak tanam padi setiap tahun berapa kali?" tanya Wahidin. "Dua kali. Airnya pakai diesel pak. Ngambil dari got," jawab Sarkawai, seorang petani. Saat itu, WH memilih untuk terus mendengar keluhan dari para petani. Kemudian ia berpamitan menuju lokasi pertemuan para warga. Di depan para warga, WH merupakan bagian dari keluarga besar warga Kecamatan Kresek. "Saya mulai kerja dulu dari kepala desa dari Tigaraksa. Saya jadi camat. Terus jadi asisten di Kabupaten Tangerang. Waktu pemilihan kepala desa di Kresek saya panitianya. Jadi sebetulnya saya ini bagian dari keluarga Kresek. Saya mohon izin mohon doanya karena saya maju sebagai calon gubernur di Banten," ucap Wahidin kepada warga.Saat berdialog, seorang warga Kampung Waliwis, Fudoli curhat kepada WH soal air yang minim untuk kebutuhan pengairan persawahan. Fudoli mengaku, untuk menghidupi ladang padi, warga menadah dari air hujan jika musim kemarau tiba. "Banyak keluhan dari desa kami masalah pengairan. Terutama untuk sekarang ini. Karena di sini banyak bergantungnya dari air hujan. Maka dari itu, mudah-mudahan apabila bapak terpilih supaya bisa pengairan dari Songgol bisa lebih difungsikan kembali," tutur Fudoli. WH menilai, letak Kabupaten Tangerang didominasi industri berpengaruh terhadap kualitas air. Sehingga menurutnya, perlu program lingkungan untuk membenahi air di daerah yang berbatas dengan Kabupaten Serang itu. "Irigasi yang pernah dibangun Belanda mulai dari Kresek sampai Balaraja itu bagus. Tapi diacak-acak oleh pabrik. Sekarang sungai sudah tercemar. Banyak tambak-tambak yang rusak tercemar. Jadi perlu program lingkungan," ujar WH. Kemudian WH berjanji akan membenahi perairan di wilayah utara Provinsi Banten itu. Ia akan membangun tempat penampungan air untuk daerah persawahan Kabupaten Tangerang, terutama, Kronjo dan Kresek. "Salah satu jalan bangun irigasi, kita bangun tanggul. Kota-kota sudah habis. Di Sepatan, Mauk, Tanjungpasir habis sudah karena tidak ada irigasinya. Kalau di sini sumber pertanian harus ada air. Ya dibangun tanggul, dibangun saluran airnya. Baru kita bisa menyelamatkan masyarakat Banten," kata mantan Wali Kota Tangerang itu.
Taman kreatif
Sementara itu, calon Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menggagas keberadaan taman kreatif di sejumlah wilayah di Banten. Gagasan taman atau ruang publik tersebut untuk memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda Banten. Demikian dikatakan Andika ketika mengunjungi Rumah Kreatif di Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, kemarin. Andika mengapresiasi kegiatan komunitas kreatif yang tergabung dalam Rumah Kreatif di Walantaka. Menurutnya, dengan ada wadah kreatif tersebut membuat anak muda mampu mengekspresikan dirinya dengan hal yang positif. "Komunitas seperti ini harus kita jaga, kita berikan perhatian khusus," ujar Andika. Penggagas Rumah Kreatif Art & Craft, Akhyadi mengungkapkan, dirinya tergerak membentuk Rumah Kreatif karena minimnya wadah yang menyatukan masyarakat khususnya anak muda yang memiliki minat serta kemauan untuk berkreativitas mulai dari bidang seni rupa hingga pada seni musik. "Ini juga bisa dijadikan wadah bagi anak-anak untuk saling bertukar pikiran serta mencurahkan kreativitas," ucap Akhyadi. Meski baru berdiri selama tiga tahun, namun Rumah Kreatif telah menarik minat masyarakat. Bahkan sejumlah komunitas kreatif dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak pun ikut berkumpul dalam satu wadah Rumah Kreatif. "Kita baru, tapi sejumlah komunitas dari Serang dan Lebak ikut bergabung sama kita," tuturnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update