< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Ribuan Rumah Terendam Banjir, PUPR Banten Langsung Tangani Jalan Ambles

Sabtu, 11 Februari 2017 | Sabtu, Februari 11, 2017 WIB | Last Updated 2017-02-11T09:11:51Z
 
LEBAK, (KB).-Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Provinsi Banten, bereaksi cepat melakukan penanganan terhadap sejumlah titik yang ambrol di jalan ruas Saketi-Malingping, Jumat (10/2/2017). Sedikitnya ditemukan empat titik jalan yang mengalami kerusakan diduga akibat bencana akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir ini. Kepala bidang (Kabid) Pembangunan Dinas PUPR Provinsi Banten, Helmi, saat meninjau jalan ruas Saketi Malingping yang ambles, kepada Kabar Banten, mengatakan, dari hasil pemantauan ditemukan sebanyak empat titik yang ambrol pada jalan ruas Saketi-Malingping. ”Ini kami lakukan selain untuk mengetahui secara langsung kerusakan yang terjadi juga untuk melakukan langkah cepat terutama dalam hal penanganan sementara agar jalan ruas Saketi-Malingping tidak putus dan masih dapat dilalui kendaraan,” katanya. Dikatakan Helmi, kerusakan terparah akibat ambrol terjadi di Kampung Sindang, Desa Tamansari, Kecamatan Banjarsari. Pada ruas di betulan kampung tersebut sebagian badan jalan ambrol sehingga hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.”Untuk sementara jalan ruas Saketi- Malingping tidak bisa dilalui oleh kendaraan besar mengingat banyaknya badan jalan yang longsor atau tanahnya mengalami pergeseran. Lokasinya di antaranya di betulan Kampung Gintung, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping dan di Kampung Sindang, Desa Tamansari, Kecamatan Banjarsari serta satu titik di wilayah Saketi Kabupaten Pandeglang,” ujarnya. Menurut Helmi, penanganan cepat yang langsung dilakukan yakni dengan menerjunkan sejumlah alat berat dan mengirim material agregat sehingga jalan ruas Malingping-Saketi masih bisa dilalui. ”Upaya yang kami lakukan tentunya agar jalan ini tidak sampai putus dan menyebabkan lumpuhnya aktivitas dan roda perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Banten Selatan,” tuturnya. Helmi menambahkan, adanya sejumlah titik pada ruas jalan Malingping- Saketi yang ambles disebabkan terjadinya pergeseran kontur tanah yang berakibat pada badan jalan, sehingga badan jalan bolong lapisan tanahnya. "Kalau secara kualitas jalan itu kondisinya baik namun karena tanahnya yang ambles tidak ada penahan. Untuk itulah kendaraan besar di stop dulu karena tidak akan kuat menahan beban," ucapnya.
Ribuan rumah terendam
Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Lebak, tercatat sebanyak 1.908 rumah yang tersebar di 62 desa atau 75 perkampungan terendam banjir. Selain itu, banjir juga merusak infrastruktur jembatan gantung sebanyak delapan juga gedung pendidikan mencapai lima SDN. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi menyatakan, permukiman warga yang diterjang banjir tersebut karena lokasinya berada di bantaran daerah aliran sungai yang merupakan daerah rawan banjir. "Mereka tinggal di daerah rawan banjir sudah turun temurun sehingga sulit dilakukan relokasi ke lokasi yang lebih aman. Kami terus menyalurkan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok agar warga yang dilanda banjir tidak mengalami kerawanan pangan,” kata Kaprawi, Jumat (10/2/2017). Dijelaskan, wilayah Kabupaten Lebak termasuk terbanyak daerah aliran sungai di Provinsi Banten. Karena itu, jika curah hujan meningkatkan dipastikan sejumlah daerah aliran sungai meluap ke permukiman warga.Menurutnya, saat ini banjir yang melanda Kabupaten Lebak tersebar di 17 kecamatan antara lain adalah Leuwidamar, Gunungkencana, Cijaku, Cigemblong, Bayah, Banjarsari, Cimarga dan Malingping. Begitu juga di Kecamatan Rangkasbitung, Cipanas, Bojongmanik, Sajira, Wanasalam, Cileles, Cirinten, Lebak Gedong dan Sobang "Sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut. Namun, mereka tetap mewaspadai banjir susulan karena curah hujan di daerah itu cenderung meningkat dengan intensitas ringan dan sedang. Ditambahkan, BPBD menyiapkan peralatan evakuasi, relawan dan logistik, termasuk obat-obatan agar para korban bencana dapat ditangani dengan baik. Peralatan kebencanaan itu antara lain perahu motor, mesin gergaji, pelampung, tenda, kendaraan operasional juga mobil dapur. Koordinator Relawan Tagana Kabupaten Lebak Enang Hidayat mengatakan, pihaknya selama ini sudah menetapkan siaga untuk menghadapi bencana alam tersebut. ”Relawan Tagana selalu siap 24 jam dalam memberikan bantuan pertolongan kepada warga yang tertimpa musibah,” tuturnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update