< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Perusahaan siap bantu petani buka lahan tanpa membakar

Minggu, 26 Maret 2017 | Minggu, Maret 26, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-26T09:58:08Z
Pembakaran Lahan. Api membakar semak belukar di sebuah hutan Jati di Sitobondo, Jawa Timur, Minggu (12/7/15). Pembukaan lahan dengan membakar masih sering dijumpai di daerah itu walaupun pemerintah telah melarang membuka cara dengan cara tersebut karena berdampak pada kerusakan lingkungan.
Kuala Pembuang, Kalteng - Sejumlah perusahaan besar swasta yang beroperasi di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah menyatakan siap membantu petani untuk membuka lahan pertanian tanpa membakar.

"Saya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan, dan mereka menyatakan siap membantu petani membuka lahan tanpa membakar," kata Bupati Seruyan Sudarsono di Kuala Pembuang, Minggu.

Ia menjelaskan, bantuan pembukaan lahan tanpa membakar itu lebih difokuskan untuk petani ladang di Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Suling Tambun yang sangat kesulitan membuka lahan pertanian tanpa membakar.
"Perusahaan siap membantu kapan pun waktunya untuk membuka lahan bagi petani dengan menggunakan alat berat," katanya.
Menurutnya, ada banyak petani ladang di Seruyan yang sulit membuka lahan pertanian tanpa membakar. Sebagian besar petani itu berada di Kecamatan Seruyan Tengah, Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Suling Tambun.
Di sejumlah kecamatan itu, para petani punya lahan di daerah perbukitan yang memiliki tipikal berbeda dengan lahan daerah rawa, di perbukitan lahannya terdiri dari tanaman kayu keras atau tunggul kayu sehingga tidak mudah untuk dibersihkan, dan biaya yang diperlukan untuk membuka lahan sangat mahal.
Setelah sisa kayu dibersihkan, kalau tidak dibakar, maka petani akan kembali menemui kesulitan. Karena selain memerlukan lahan untuk menampung, sisa-sisa kayu kalau dibiarkan begitu saja tidak akan lapuk selama bertahun tahun.
"Sepuluh tahun sisa kayu itu belum tentu lapuk. Jadi memakan tempat, kalau membuka lahan 100 hektare, 50 hektare lahan hanya digunakan untuk menumpuk sisa kayu saja," katanya.
Orang nomor satu di "Bumi Gawi Hatantiring" ini menegaskan, pemerintah daerah punya kepentingan untuk mendorong produktivitas pertanian serta membantu petani di daerahnya supaya bisa membangun hidup dengan bertani, berladang atau bercocok tanam.
"Karena itu, kita mengapresiasi dan menyambut positif respon perusahaan yang menyatakan siap membantu petani untuk membuka lahan tanpa membakar, mudah-mudahan bantuan itu dapat benar-benar direalisasikan oleh perusahaan," katanya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update