< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Ratusan Burung Sitaan Di Lepas

Minggu, 19 Maret 2017 | Minggu, Maret 19, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-19T02:34:48Z


SERANG, (KB).-Seratusan burung hasil sitaan dari para pemburu di wilayah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Rawa Danau Jabar-Banten, dilepaskan, Jumat (17/3/2017). Burung-burung tersebut dilepaskan karena merupakan hewan yang dilindungi dan keberadaannya mulai langka. Pelepasan burung berjenis perkutut dan kutilang emas ini dilakukan saat peringatan Hari Bakti Rimbawan, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang."Burung itu kita kembali lepas karena itu harus kita lindungi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten M Husni Hasan, seusai kegiatan.
Menurutnya, keberadaan burung jenis perkutut dan kutilang tersebut sudah mulai langka. ”Perkutut lokal dan kutilang emas itu sudah sangat langka karena banyak diburu orang. Makanya kalau tidak kita lindungi dan lepas, ini bisa punah,” ujar Husni yang juga sebagai Komandan Polisi Hutan ini. Ia mengatakan, DLHK juga punya tanggung jawab menjaga ekosistem hutan. Selain itu juga dengan segala macam satwa yang mendiami hutan tersebut. ”Saat ini luas hutan di Banten sekitar 327 ribu hektare, di mana 131 ribu hektare di antaranya merupakan hutan rakyat,” katanya. Ia berharap, masyarakat ikut melindungi keberadaan hutan sebagai jantung dunia. Sebab, Banten masuk sebagai salah satu kawasan yang rawan banjir dan longsor. ”Karena kita mengajak agar banjir yang seperti terjadi beberapa waktu lalu tidak terjadi lagi. Makanya kita semua harus menjaga hutan kita tetap asri,” ucapnya.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan pada DLHK Banten, Engkos Kusnandar menuturkan, hutan menjadi sumber kehidupan. Mulai dari hasil kayu atau non kayu seperti seperti madu lebah, air dan sebagainya. Karenanya, perlindungan terhadap hutan sangat vital dilakukan agar tidak terjadi penebangan secara liar. ”Kita berharap tidak ada lagi illegal loging karena yang menjaga hutannya masyarakat sendiri,” tuturnya. Peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk sama-sama melakukan kerja nyata. Melaksanakan semangat pembangunan dengan tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan. ”Kita semua harus ikut terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya. (H
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update