< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Resah atas Penggunaan Alat Peledak, Warga Demo Pertambangan Batu

Sabtu, 18 Maret 2017 | Sabtu, Maret 18, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-18T08:34:00Z
 
LEBAK, (KB).-Ratusan warga dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berunjuk rasa di sekitar lokasi pertambangan batu di Gunung Batu Geblegan, Desa Mekarwangi, Kecamatan Muncang, Kamis (16/3/2017). Aksi turun ke jalan tersebut merupakan tindak lanjut atas keresahan warga menyusul aktivitas pertambangan batu PT Bintang Wipar yang menggunakan alat peledak dinamit. ”Pemerintah harus segera menutup aktivitas pertambangan batu di Gunung Geblegan yang kerap menggunakan bahan peledak dalam setiap aktivitasnya. Sebab, dampak aktivitas pertambangan selain dinilai merusak lingkungan juga akan membawa dampak buruk bagi masyarakat sekitar,” kata salah seorang pendemo, Ibrahim dalam orasinya.
Menurut dia, selama dua tahun perusahaan beroperasi, masyarakat tidak pernah merasakan dampak manfaat atas keberadaan pertambangan tersebut. Sebaliknya, sejak perusahaan itu ada banyak mudarat yang ditimbulkan, antara lain polusi udara, suara dan juga kerusakan infrastruktur jalan di wilayah setempat akibat hilir mudik kendaraan berat di perusahaan itu.
”Pikirkan bagaimana kondisi yang akan ditangani akibat kerusakan alam yang diakibatkan aktivitas pertambangan. Saat ini saja warga sangat tersiksa dengan debu dan bising suara ledakan yang ditimbulkan dari perusahaan tambang itu,” katanya.
Pihaknya juga mempertanyakan izin perusahaan tersebut. Sebab, selama ini perusahaan juga terkesan tertutup dan tidak diketahui nama perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan yang diketahui nama perusahaan yang beroperasi, yaitu PT Bintang Wipar. Atas hal itu, patut diduga perusahaan belum memiliki izin resmi dari pemerintah. ”Izin perusahaan juga patut dipertanyakan, karena saya menduga izinnya tidak jelas,” ujarnya. Parahnya, lanjut dia, penggunaan alat peledak juga dikhawatirkan akan berdampak pada psikologis anak. Sebab, di permukiman dekat dengan lokasi pertambangan yang hanya berjarak sekitar 15 meter banyak anak-anak, sehingga itu dikhawatirkan akan membahayakan anak-anak. ”Pikirkan bagaimana psikologis anak ketika mendengarkan suara ledakan setiap hari,” ucapnya.
Oleh karena itu, warga mendesak pemerintah daerah menghentikan aktivitas pertambangan tersebut. Perusahaan juga harus merelokasi permukiman warga ke tempat yang lebih aman. Selain itu, pihak DPRD juga harus segera memanggil pihak-pihak terkait agar warga tidak dirugikan atas keberadaan pertambangan batu tersebut. "Jika tuntutan kami dan masyarakat yang terdampak tidak diindahkan, maka kami akan mendatangi Mapolda Banten, jika diperlukan kami akan datang ke Mabes Polri untuk mendiskusikan penggunaan bahan peledak yang dilakukan perusahaan tambang," tutur pendemo lainnya, Ahmad Yani.
Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Bitung, Desa Mekarwangi, Kecamatan Muncang mengeluhkan aktivitas pertambangan batu yang berlokasi di Gunung Geblegan di wilayah setempat. Sebab, selain kerap menimbulkan polusi udara, keberadaan pertambangan yang sudah beraktivitas hampir dua tahun itu juga menimbulkan kebisingan karena menggunakan alat peledak.
”Setiap hari perusahaan itu selalu menggunakan alat peledak untuk menghancurkan batu yang ada di bukit. Dampaknya selain membuat kebisingan juga menimbulkan debu, terlebih jarak antara lokasi tambang dan permukiman warga sangat dekat sekitar 15 meter,” kata salah seorang warga setempat, Salpan
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update