< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Warga Was-was Ada Rusunawa

Senin, 27 Maret 2017 | Senin, Maret 27, 2017 WIB | Last Updated 2017-03-27T12:35:11Z
 
SERANG - Sebagian warga di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, yang menempati lahan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengaku was-was dengan adanya rumah susun sederhana (rusunawa), yang tidak jauh dari pemukiman mereka. Warga khawatir akan direlokasi ke tempat itu.Ketua RT Lingkungan Kendal, Najib menyatakan, tidak setuju jika benar rusunawa itu di antaranya untuk merelokasi warga Margaluyu. Ia lebih setuju jika pemerintah menyediakan rumah pengganti dengan biaya cicilan yang terjangkau dan dapat menjadi hak milik dikemudian hari.

"Sampai saat ini dari pemerintah sendiri belum ada informasi terkait rencana relokasi warga. Harapan warga sih kalau tidak dibuatkan tempat tinggalnya, bisa saja pemerintah menyediakan lahannya, nanti warga yang membangun sendiri," ujarnya kepada Banten Raya, Minggu (26/3).

Menurutnya, warga empat lingkungan di Kelurahan Margaluyu yang menempati lahan pemerintah sudah puluhan tahun. Makanya, dirinya meminta pemerintah dapat memahami aspirasi warga Margaluyu untuk memberikan lahan pengganti terkait relokasinya.

"Jangan sampai main gusur saja nanti, tapi tidak ada penggantinya. Kalau main gusur saja, berarti pemerintah tidak ada bijaksananya," bebernya.
Sementara itu, Muslim, warga Lingkungan Kendal lainnya mengakui merasa khawatir jika pemukimannya akan direlokasi.

Ia juga khawatir akan timbul konflik di masyarakat jika relokasi itu terjadi. "Lagian rusunawa itu kan lima lantai, kalau ada orang hamil atau orang jompo, naik tangganya kan kasian," imbuhnya. "Seluruh warga disini siap untuk di relokasi, yang terpenting ada penggantinya berupa rumah atau lahan yang menjadi hak milik dengan cara dicicil. Syarat lainnya relokasi juga jangan jauh dari tempat mata pencaharian kita di laut, karena kebanyakan profesi warga adalah nelayan," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Kota Serang Hidayat membenarkan, jika pembangunan rusunawa adalah proyek dari pemerintah pusat untuk merelokasi warga yang menempati tanah pemerintah. "Jadi relokasi itu dilakukan supaya daerah itu tidak kumuh," jelasnya seraya menambahkan jika Sampai saat, pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangan pengelolaan Rusunawa tersebut kepada Pemkot Serang.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update