< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pabrik Pembuat Ekstasi di Tangerang Digrebek BNN

Kamis, 18 Januari 2018 | Kamis, Januari 18, 2018 WIB | Last Updated 2018-01-18T11:30:07Z

TANNGERANG-Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menggrebek rumah yang berada Perumahan Alam Raya blok B 67, Kota Tangerang. Rumah digerebek lantaran dijadikan tempat judi online serta pembuatan pil ekstasi.
Deputy pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari di lokasi mengungkapkan, pihaknya sebelumnya menerima informasi ada pengiriman bahan-bahan baku pembuat narkoba terutama pil ekstasi ke daerah Tangerang. Hingga akhirnya ditemukan lokasi pengiriman ke perumahan Alam Raya Blok B67 Kelurahan Belendung Kecamatan Benda Kota Tangerang.
“Kita pastikan di dalam rumah, ditemukan pabrik atau laboratorium pembuat narkoba jenis ekstasi dan skalanya cukup besar,” ujar Arman kepada wartawan.
Menurut Arman, masuk dalam skala besar dilihat dari bahannya yang cukup banyak. Di lokasi ditemukan pula dua mesin cetak otomatis dan semi otomatis pembuat ekstasi. Satu mesin cetak diperkirakan mampu memproduksi kurang lebih 7 ribu butir ekstasi perhari. Dua mesin nampaknya beroperasi tiap hari.
“Kalau kita liat lokasi, keliatannya diorganisir sangat baik sekali. Baik dari pelaksanaannya maupun lokasinya. Lokasi berada di pojok dan memang tidak ada jalan (jalan buntu, red). Ini pasti ada maksudnya mengapa mereka mencari/memilih tempat tersebut. Sepertinya supaya orang yang bolak-balik, akan langsung ketahuan dan juga orang di dalam rumah pasti akan mngetahui dan langsung pasang alarm,” jelasnya.
Arman menjelaskan, di dalam rumah yang cukup luas, juga dipersiapkan dengan baik. Karena ruangan yang dipergunakan untuk mencetak ekstasi, sudah dipasang peralatan/bahan-bahan kedap suara. Dengan mesinnya bekerja maksimal baik siang maupun malam, tidak menimbulkan suara bising.
Masih menurut Arman, hal ini dapat disimpulkan sementara bahwa sindikat ini bermaksud membuat laboratorium yang besar, sekaligus ingin memproduksi narkotika jenis ekstasi dalam jumlah besar.
“Pelaku yang kita amankan di TKP ada dua orang, satu DPO. Pelaku dalam kasus yang sama pada tahun 2013 An.Anyu dan satu orang lagi yang membantu produksi, sekaligus meracik yakni Laow,” tandasnya.
Masih menurut Arman, jaringan yang digerebek tersebut nampaknya dikendalikan oleh narapidana yang masih berada di lembaga pemasyarakatan dengan inisial Niko.
Niko pernah terlibat dalam pembuatan/produksi narkoba jenis ekstasi pada tahun 2013 lalu. Saat itu satu orang tersangka melarikan diri atas nama Anyu yang sekarang diamankan.
Barang bukti yang diamankan diantaranya, bahan bahan pembuat ekstasi, 11ribu butir ekstasi siap edar. Dua mesin pembuat ekstasi, mesin cetak dan warna ekstasi, serta anjing.
Anjing nampaknya untuk menjaga kalau orang yang mendekat ke rumah langsung menggonggong berfungsi sebagai peringatan penghuni.
“Anjing akan menggonggong bila ada orang mendekat ke rumah. Itu sebagai peringatan bagi penghuni, jika ada petugas yang datang ke tempat ini, sehingga ada kesempatan untuk melarikan diri,” pungkasnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update